Hidayatullah.com—Menteri Keuangan Mozambique Adriano Maleiane menampik kekhawatiran bahwa China mungkin akan menyita aset-aset negara Afrika itu apabila utangnya kepada Tiongkok tidak dibayar pada waktunya.
Maleiane hari Kamis (19/11/2020) mengatakan di parlemen bahwa ketakutan tersebut tidak beralasan, lansir BBC.
“Tidak ada indikasi yang tentang hal tersebut,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa utang Mozambique ke China sejauh ini menghormati parameter-parameter yang disepakati kedua negara.
Maleiane menyebutkan total utang Mozambique ke China saat ini mencapai $2,02 miliar.
Sebagian besar utang tersebut, sekitar $1,97 miliar, merupakan kredit dari Chinese Exim Bank yang dipakai untuk pembangunan infrastruktur besar seperti proyek jalan Maputo Ring Road dan jembatan yang membentang di atas Bay of Maputo.
Menteri Keuangan itu mengatakan bahwa pada akhirnya proyek-proyek itu akan membayar dirinya sendiri lewat tarif tol yang dipungut dari pengguna jalan.
Akan tetapi anggota parlemen dari oposisi, Venancio Mandlane, mengkritik optimisme Maleiane itu dan mengatakan bahwa butuh 75 tahun untuk membayar utang proyek pembangunan jembatan suspensi Bay of Maputo dengan tarif tol seperti sekarang ini.
Menteri Keuangan Mozambique tidak menjawab ketika ditanya apakah ada proyek infrastruktur yang dibiayai China yang pernah menghasilkan laba.*