Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bhutan Menjalin ‘Hubungan Diplomatik Formal’ dengan ‘Israel’

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 14 Desember 2020 08:15 8:15 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 14 Desember 2020 08:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kerajaan Himalaya Bhutan menjalin hubungan diplomatik dengan ‘Israel’ pada Sabtu (12/12/2020), kementerian luar negeri ‘Israel’ mengatakan. Kesepakatan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian kesepakatan normalisasi yang disepakati oleh negara Yahudi itu, lapor Middle East Eye (MEE).

“Lingkaran pengakuan ‘Israel’ semakin lebar,” kata Menteri Luar Negeri ‘Israel’ Gabi Ashkenazi dalam sebuah pernyataan, menurut AFP. “Pembentukan hubungan dengan Kerajaan Bhutan akan merupakan tahap baru dalam memperdalam hubungan ‘Israel’ di Asia.”

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu memuji perjanjian tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negaranya “berhubungan dengan negara lain yang ingin menjalin hubungan dengan” ‘Israel’.  Kesepakatan dengan Bhutan muncul beberapa hari setelah Maroko setuju untuk menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’, negara Arab keempat yang melakukannya sejak Agustus.

Menurut beberapa analis, negara lain dapat mengikuti, termasuk Arab Saudi, Oman dan beberapa negara Asia yang secara tradisional menentang ‘Israel’, seperti Indonesia.  Ron Malka, duta besar ‘Israel’ untuk India, mengatakan dia menandatangani perjanjian dengan mitranya dari Bhutan Mayjen Vetsop Namgyel pada Sabtu untuk membangun “hubungan diplomatik formal”, menyebutnya sebagai “hari bersejarah”.

“Kesepakatan ini akan membuka lebih banyak lagi peluang kerjasama untuk kepentingan kedua bangsa kita,” kata Malka di Twitter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Foto-foto yang dia posting menunjukkan para pejabat dari kedua negara menandatangani dokumen dan berjabat tangan dengan senyum berseri-seri di kedutaan ‘Israel’ di New Delhi. Pernyataan bersama tentang kesepakatan itu mengatakan bidang utama kerja sama antara kedua negara akan mencakup pembangunan ekonomi, teknologi dan pertanian.

Ia menambahkan bahwa “hubungan antara masyarakat melalui pertukaran budaya dan pariwisata juga akan lebih ditingkatkan”.  Kesepakatan ‘Israel’ dalam beberapa bulan terakhir dengan empat negara Arab – Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko – ditengahi oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang meninggalkan jabatannya pada Januari.

Sejak kesepakatan UEA dan Bahrain, yang dikenal bersama sebagai “Abraham Accords”, negara-negara Teluk telah menandatangani serangkaian kesepakatan dengan ‘Israel’, mulai dari pariwisata hingga penerbangan dan jasa keuangan.

Bhutan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat, menurut lembar fakta hubungan bilateral Departemen Luar Negeri AS.

‘Israel’ telah mendukung “pengembangan sumber daya manusia Bhutan sejak 1982. Negara penjajah itu mendukung bidang pengembangan pertanian yang telah memberi manfaat bagi ratusan pemuda Bhutan”, menurut pernyataan itu, yang menyoroti hubungan “ramah” yang dipertahankan antara negara-negara tersebut meskipun tidak ada hubungan formal.

Kerajaan Buddha Bhutan yang terpencil, sebuah negara berpenduduk kurang dari satu juta orang, terjepit di antara tetangga raksasa China dan India. Bhutan telah mencoba untuk melindungi dirinya dari sisi negatif globalisasi, memperjuangkan “Kebahagiaan Nasional Bruto” atas pertumbuhan PDB, mempertahankan ekonomi negatif karbon dan menurunkan jumlah wisatawan dengan biaya harian 250 AS Dolar per pengunjung pada musim liburan.

Ibu kota Thimphu tidak memiliki lampu lalu lintas, penjualan tembakau dilarang, dan televisi baru diizinkan pada tahun 1999. Tapi “Tanah Naga Petir” juga memiliki masalah, di antaranya korupsi, kemiskinan pedesaan, pengangguran pemuda dan geng kriminal.

Meskipun Bhutan bangga dengan kemerdekaan budaya dan politiknya, ia juga memiliki hubungan diplomatik dengan sekitar 50 negara, dan tahu bahwa ia harus terbuka. Kerajaan itu menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1971.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BhutanBuddhahubungan diplomaticisrael
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tanggapi Penembakan Anggota FPI, Presiden: Aparat Wajib Tegakkan Hukum Tapi Harus Melindungi HAM
Tulisan selanjutnya Aktivis Palestina Terus Mendorong untuk Memboikot Puma Puma

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?