Hidayatullah.com—Kelompok bersenjata asal Nigeria Boko Haram mengatakan bahwa pihaknya berada di balik penculikan ratusan pelajar putra di negara bagian Katsina, Nigeria, pekan lalu.
Lebih dari 300 pelajar dikabarkan diculik, tetapi ada yang berhasil menyelamatkan diri.
Pihak berwenang sebelumnya menyebut para pelajar itu diculik oleh gerombolan bandit, yang memang merajalela di Nigeria selain milisi bersenjata.
Dalam pesan berupa rekaman suara tentang penculikan tersebut, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau mengatakan “apa yang terjadi di Katsina merupakan tanggung jawab kami” dan bahwa kelompoknya menentang pendidikan Barat, lapor BBC Selasa (15/12/2020).
Penduduk di dekat Government Science Secondary School di Kankara mengatakan kepada BBC bahwa mereka mendengar suara tembakan senjata api sekitar pukul 23:00 waktu setempat pada Jumat pekan kemarin, dan serangan itu berlangsung lebih dari satu jam.
Pihak keamanan sekolah berhasil mengusir sebagian pelaku serangan sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi kejadian, kata para pejabat.
Polisi mengatakan ketika terjadi baku tembak, sebagian pelaku serangan terpaksa melangkah mundur. Kesempatan itu dimanfaatkan sebagian pelajar untuk memanjat pagar sekolah dan lari menyelamatkan diri.
Ketika serangan terjadi sekitar 800 siswa berada di kompleks sekolah tersebut dan hingga sekarang lebih dari 300 masih dinyatakan hilang. Namun, tidak jelas apakah semua yang hilang itu berada di tangan penculik.
Seorang pelajar berusia 17 tahun dalam bahasa Hausa mengatakan kepada BBC bahwa dirinya harus merangkak di tengah kegelapan beberapa mil jauhnya melalui hutan demi menyelamatkan diri.*