Hidayatullah. com–Seorang pastor megachurch Texas dan bekas penasihat spiritual dua presiden Amerika Serikat telah dijatuhi hukuman penjara 6 tahun karena menyelewengkan uang jutaan dolar milik investor untuk kepentingan pribadi.
Dilansir Associated Press Jumat (15/1/2021), Kirbyjon H. Caldwell, 67, divonis hari Rabu di Shreveport, Louisiana, di mana dia didakwa pada tahun 2018 bersama temannya Gregory A. Smith.
Caldwell, yang pada bulan Maret 2020 mengaku bersalah melakukan
konspirasi wire fraud (kecurangan dengan menggunakan alat telekomunikasi atau internet), merupakan pastor senior di gereja Windsor Village United Methodist Church, sebuah megachurch di Houston di negara bagian Texas yang memiliki 14.000 anggota.
Kirbyjon H. Caldwell pernah menjadi penasihat spiritual bagi Presiden George W. Bush dan Barack Obama.
Menurut jaksa penuntut federal, Caldwell dan Smith –seorang penasihat investasi berbasis di Shreveport– menggunakan pengaruh dan kuasanya untuk membujuk orang berinvestasi obligasi China bernilai sekitar $3,5 juta. Obligasi itu kabarnya dikeluarkan oleh bekas Republik China yang digusur kekuasaannya oleh pemerintah Komunis China pada 1949. Obligasi itu tidak diakui oleh pemerintahan China saat ini dan tidak memiliki nilai investasi.
Caldwell “menggunakan statusnya sebagai pastor megachurch untuk meyakinkan banyak investor supaya yakin mereka berinvestasi di tempat yang benar, padahal uang yang berhasil mereka kumpulkan dipakai untuk kepentingan pribadi,” kata pejabat sementara Jaksa Agung AS Alexander Van Hook dalam sebuah pernyataan.
Caldwell menggunakan sekitar $900.000 dari uang yang dia terima dari skema yang dijalankannya untuk membiayai gaya hidup mewahnya, membayar tagihan kartu kredit dan angsuran-angsuran, menurut Departemen Kehakiman.
Caldwell memiliki gelar master dari Wharton School of Business di University of Pennsylvania dan pernah bekerja di industri finansial.
Pada bulan November 2020, Smith juga divonis penjara 6 tahun.
Dalam rekaman video di Facebook, Floyd LeBlanc, ketua Windsor Village Church Family Personnel Committee, mengatakan Caldwell bertanggung jawab penuh dan akan mengembalikan semua uang korban-korbannya dan telah meminta maaf kepada mereka.
LeBlanc mengatakan Caldwell masih aktif di gerejanya selama kasus hukumnya diproses, termasuk membantu penyelenggaraan kebaktian virtual dan pembagian makanan mingguan kepada keluarga-keluarga selama pandemi.
LeBlanc menyebut Caldwell korban karena salah memilih rekan bisnis.
Caldwell akan dikirim ke penjara federal pada 22 Juni.*