Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Menutup Banyak Masjid Jelang Debat ‘RUU Separatisme’ yang Kontroversial

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Januari 2021 09:04 9:04 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Januari 2021 09:04
Bagikan
Gerald Darmanin
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Dalam Negeri Prancis Gérald Darmanin mengatakan sembilan tempat ibadah Islam ditutup dalam beberapa pekan terakhir, lapor The New Arab.  Penutupan tersebut merupakan kelanjutan dari rencana pemerintah Prancis untuk menangani apa yang mereka lihat sebagai “separatisme Islam”.

“Sesuai dengan instruksi Presiden Republik dan Perdana Menteri, kami mengambil tindakan tegas terhadap separatisme Islam,” kata Darmanin di Twitter.  “Di antara 18 tempat ibadah yang dalam pengawasan khusus atas permintaan saya, 9 di antaranya bisa ditutup,” katanya.

Alasan administrasi menjadi alasan penutupan delapan masjid.  Surat kabar Prancis Le Figaro melaporkan bahwa tiga dari tempat ibadah berada di departemen Seine-Saint-Denis Prancis.

Pada 2 Desember, Darmanin mengumumkan bahwa dia meluncurkan “aksi luas” yang akan menargetkan 76 masjid.  Hubungan pemerintah Prancis dengan komunitas Muslimnya menjadi tegang dalam beberapa bulan terakhir, menyusul tiga serangan Islam yang mematikan, terutama pembunuhan Samuel Paty, seorang guru sekolah menengah Prancis.

Ketegangan juga berkobar antara Prancis dan negara-negara Muslim setelah Presiden Macron pada Oktober membela penerbitan kartun-kartun ofensif Nabi Muhammad ﷺ. Macron sempat menyebut Islam sebagai agama “dalam krisis” di seluruh dunia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di tempat lain di Prancis, 34 pemeriksaan telah dilakukan di tempat ibadah Muslim. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan pajak dan proses hukum.  Penutupan itu terjadi menjelang RUU baru yang kontroversial, yang akan dibahas oleh komite khusus Majelis Nasional pada hari Senin (18/01/2021).

‘RUU Mendukung Prinsip Republik’, juga dikenal sebagai ‘RUU Pemisahan’, memperketat aturan mengenai kapan homeschooling diizinkan, mewajibkan masjid untuk mendaftar sebagai tempat ibadah, dan juga mengharuskan masjid untuk menyatakan dana asing lebih dari € 10.000.

Selain itu, tindakan ini menciptakan pelanggaran baru untuk ujaran kebencian online, yang memungkinkan negara untuk dengan cepat menahan individu yang mengungkapkan informasi pribadi pegawai negeri, dengan maksud yang merugikan. Ini adalah tanggapan langsung atas pembunuhan Paty.

RUU pemisahan berencana untuk memperluas undang-undang yang ada tentang pemakaian simbol-simbol agama, termasuk jilbab, untuk melarang tidak hanya pegawai negeri, tetapi juga semua kontraktor swasta layanan publik. Ini juga menerapkan pembatasan pada sertifikat keperawanan dan termasuk langkah-langkah yang berupaya untuk mengatasi kawin paksa.

Meskipun elemen-elemen RUU tersebut mendapat dukungan dari komunitas Muslim, pemerintah Prancis juga dituduh menargetkan dan mendiskriminasi komunitas Muslim secara tidak adil. “Represi Muslim telah menjadi ancaman, sekarang itu adalah janji. Dalam pidato satu jam, Macron mengubur [sic] laïcité (separatisme) menguatkan sayap kanan sayap kiri anti-Muslim dan mengancam kehidupan siswa Muslim dengan menyerukan pembatasan drastis pada home schooling meskipun ada pandemi global,” kata aktivis hak asasi manusia Prancis, Yasser Louati dalam ciutan di twitter setelah pengumuman RUU oleh Presiden Macron.

Menjelang komite khusus, Darmanin bertemu pada hari Sabtu (16/01/2021) dengan Dewan Ibadah Muslim Prancis, untuk menenangkan ketakutan akan apa yang disebut sebagai “reformasi Islam di Prancis”.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh dewan setelah pertemuan tersebut mengatakan bahwa RUU tersebut, “secara khusus berisi poin-poin kesepakatan: tentang kesesuaian antara keyakinan Muslim dengan prinsip-prinsip Republik, tentang penolakan penggunaan Islam untuk tujuan politik, pada non -interferensi oleh negara-negara dalam menjalankan ibadah Muslim di Prancis, pada prinsip kesetaraan antara pria dan wanita dan penolakan terhadap praktik-praktik tertentu yang diduga Muslim,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gerald DarmaninmasjidMuslim PrancisPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Capres Keiko Fujimori akan Ampuni Ayahnya Bila Terpilih Jadi Presiden Peru
Tulisan selanjutnya Menyelewengkan Uang Investor, Pastor Megachurch Bekas Penasihat Spiritual 2 Presiden AS Dibui

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?