Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa akan Persulit Pembuatan Visa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Juni 2019 05:50 5:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Juni 2019 05:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Uni Eropa hari Kamis (6/6/2019) mengumumkan rencana untuk mengkaitkan ketentuan pembuatan visa dengan sikap kooperatif negara pemohon visa untuk menerima kembali para pencari suaka yang ditolak.

Berdasarkan kebijakan itu, nantinya negara yang kooperatif soal pemulangan pencari suaka akan dipermudah proses pembuatan visanya, sedangkan negara yang tidak kooperatif akan dipersulit.

Tidak hanya itu, para diplomat dari negara-negara yang menolak untuk memfasilitasi kepulangan warganya yang ditolak suakanya juga akan dipersulit, lansir DW.

Kebijakan itu berdasarkan usulan mantan menteri luar negeri Jerman Thomas de Maiziere pada bulan Mei 2017.

Uni Eropa sudah menerapkan kebijakan tersebut terhadap Bangladesh. Menurut diplomat-diplomat UE, Bangladesh secara signifikan mengubah sikap kooperatifnya sejak uji coba kebijakan itu dimulai.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Uni Eropa akan memasukkan kebijakan baru itu ke dalam Visa Code dan akan memberlakukannya mulai akhir 2019. Dengan demikian, Uni Eropa akan melakukan penilaian tahunan untuk menimbang kesungguhan negara ketiga dalam masalah ini.

Uni Eropa juga akan melakukan perombakan umum terhadap proses pembuatan visanya dengan harapan bisa lebih disederhanakan. Di masa depan, para pelancong akan dapat mengisi dan menandatangani formulir online enam bulan sebelum tanggal keberangkatan. Biayanya juga akan dinaikkan dari 60 euro menjadi 80 euro.

Menurut data Komisi Eropa, pada tahun 2016 negara-negara yang tergabung dalam Schengen Area mengeluarkan sekitar 14 juta visa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Uni Eropavisa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nelayan Aceh Pantang Melaut Selama Hari Raya
Tulisan selanjutnya Opioid Sintetis Masalah Besar Bagi Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?