Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Tak Ada Bedanya dengan Trump, Pemerintahan Biden Berjanji akan Berkonsultasi dengan ‘Israel’ tentang ‘Semua’ Masalah Regional

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 25 Januari 2021 21:22 9:22 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 25 Januari 2021 21:22
Bagikan
Joe Biden - Benyamin Netanyahu
Bagikan

Hidayatullah.com–Penasihat Keamanan Nasional Presiden Joe Biden Jake Sullivan berjanji kepada mitranya dari ‘Israel’ bahwa Washington akan “berkonsultasi erat dengan ‘Israel’ tentang semua masalah keamanan regional”. Hal itu dinyatakan dalam kontak resmi pertama antara pemerintahan baru AS dan pemerintah ‘Israel’, lapor Middle East Eye (MEE).

Dalam pernyataan yang dirilis Ahad (24/01/2021) pagi, Dewan Keamanan Nasional AS (NSC) mengatakan Sullivan juga menyambut baik perjanjian normalisasi antara ‘Israel’ dan negara-negara Arab pada seruan hari Sabtu (23/01/2021) dengan Meir Ben Shabbat dari ‘Israel’.

“Mr Sullivan menegaskan kembali komitmen teguh Presiden Biden untuk keamanan ‘Israel’ dan menyatakan penghargaan atas kontribusi Ben Shabbat untuk kemitraan bilateral kami,” ungkap pernyataan NSC. “Mereka membahas peluang untuk meningkatkan kemitraan selama beberapa bulan mendatang, termasuk dengan membangun keberhasilan pengaturan normalisasi ‘Israel’ dengan UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko.”

Biden sebelumnya berjanji untuk melanjutkan bantuan militer AS tanpa syarat ke ‘Israel’ dan menyuarakan dukungan untuk kesepakatan normalisasi. Tetapi janji untuk “berkonsultasi” dengan ‘Israel’ tentang masalah-masalah regional datang di tengah seruan untuk kembali lebih awal ke perjanjian nuklir Iran, yang ditentang keras oleh penjajah ‘Israel’.

“Mr Sullivan menegaskan Amerika Serikat akan berkonsultasi erat dengan ‘Israel’ tentang semua masalah keamanan regional,” kata NSC. “Dia juga menyampaikan undangan untuk memulai dialog strategis dalam waktu dekat untuk melanjutkan diskusi substantif,” tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Biden mengatakan dia akan kembali ke pakta tersebut kemudian menggunakannya sebagai titik awal untuk negosiasi yang lebih luas dengan Teheran, tetapi beberapa hari setelah masa jabatannya belum ada langkah publik untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir. Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu secara terbuka melobi menentang kesepakatan itu.

Pada hari Sabtu, berita Channel 12 ‘Israel’ melaporkan bahwa Netanyahu akan mengirim kepala Mossad Yossi Cohen untuk bertemu dengan Biden di Washington bulan depan untuk membahas kesepakatan tersebut dan harapan ‘Israel’ untuk perombakan perjanjian tersebut.

Menghidupkan Kembali JCPOA

Perjanjian multilateral 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), menuntut Iran mengurangi program nuklirnya dengan imbalan mencabut sanksi terhadap ekonominya. Mantan presiden AS Donald Trump menarik diri dari JCPOA pada 2018 dan memulai kampanye sanksi “tekanan maksimum” terhadap Iran.

Sebagai balasannya, Iran telah melonggarkan sebagian komitmennya terhadap pakta tersebut, meningkatkan pengayaan uraniumnya dan mengancam akan membatasi akses inspektur PBB ke fasilitas nuklirnya. Pada hari Jum’at (22/01/2021), Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif meminta Biden untuk mencabut sanksi “tanpa syarat” terhadap Iran.

“Presiden AS Joe Biden dapat memilih jalan yang lebih baik dengan mengakhiri kebijakan ‘tekanan maksimum’ Trump yang gagal dan kembali ke kesepakatan yang ditinggalkan pendahulunya,” tulis Zarif dalam kolom yang diterbitkan oleh majalah Foreign Affairs. “Jika dia melakukannya, Iran juga akan kembali ke implementasi penuh dari komitmen kami di bawah kesepakatan nuklir. Tetapi jika Washington malah bersikeras untuk mengekstraksi konsesi, maka peluang ini akan hilang,” tambahnya.

 ‘Perjanjian yang Lebih Langgeng dan Lebih Kuat’

Menteri Luar Negeri AS yang akan datang Tony Blinken mengatakan kepada anggota parlemen awal pekan ini bahwa Biden akan menghidupkan kembali kesepakatan itu dan menggunakannya sebagai “platform – dengan sekutu dan mitra kami, yang akan sekali lagi berada di sisi yang sama dengan kami – untuk mencari persetujuan yang lebih langgeng dan lebih kuat.”

Tetapi suara-suara pro-‘Israel’, termasuk di dalam Partai Demokrat, telah mendesak pemerintahan baru untuk menggunakan sanksi sebagai pengaruh terhadap Iran untuk membuka negosiasi atas kegiatan regional Teheran dan program rudal balistik. Iran, bagaimanapun, menyatakan bahwa mereka tidak akan mengadakan pembicaraan tentang topik-topik di luar cakupan JCPOA sebelum sanksi dicabut.

Biden telah melengkapi pemerintahannya dengan banyak diplomat era Obama yang membantu merundingkan pakta tersebut, termasuk Sullivan, yang memainkan peran utama dalam membangun pembicaraan awal dengan pemerintah Iran pada 2013.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AS dan IsraelBenyamin NetanayahuJoe BidenKeamanan regional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid-19: Angka Kematian di AS Lampaui Korban Perang Dunia II, Sejak Februari 420 Ribu Warga AS Meninggal
Tulisan selanjutnya Peneliti: Konsumsi Rokok Bisa Sebabkan Kemiskinan, Ganggu Program Bansos Pemerintah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?