Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Perberat Sanksi Atas Zimbabwe

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Februari 2021 08:06 8:06 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Februari 2021 08:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Bertahun-tahun –ketika Inggris masih menjadi anggota Uni Eropa— jumlah pejabat tinggi Zimbabwe yang dijatuhi sanksi terus menurun. Hanya mendiang pemimpin yang bercokol lama Robert Mugabe, dan keluarganya, serta Zimbabwe Defence Industries yang masih berada dalam daftar sanksi UE.

Namun sekarang setelah resmi keluar dari UE, Inggris menunjukkan sikapnya yang lebih garang terhadap Zimbabwe dengan menjatuhkan sanksi kepada lebih banyak pejabat tinggi negara Afrika itu.

Pemerintah Inggris telah mengumumkan sanksi atas empat pejabat tinggi keamanan Zimbabwe, menuding mereka melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, termasuk pembunuhan para demonstran.

Menteri Keamanan Owen Ncube, serta kepala kepolisian, kepala dinas intelijen dan mantan kepala pasukan pengawal kepresidenan, akan dibekukan aset-asetnya yang berada di Inggris. Mereka juga dilarang mengunjungi negeri Ratu Elizabeth itu, lapor BBC Senin (1/2/2021).

Pembunuhan demonstran terkait dengan unjuk rasa pasca Pemilu 2018 yang berujung kerusuhan dan aksi kekerasan pada bulan Januari tahun berikutnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menanggapi pengumuman sanksi itu, lewat Twitter jubir pemerintah Zimbabwe Nick Mangwana mengatakan tidak ada satupun pejabat yang menjadi target sanksi memiliki aset di Inggris atau bermaksud untuk melakukan perjalanan ke sana.

Selama ini Zimbabwe mengatakan sanksi-sanksi tersebut menjadi penyebab ambruknya perekonomian negaranya, tetapi pihak lain mengatakan biang keroknya adalah korupsi yang merajalela dan salah pengelolaan.

Negara itu berhasil melobi Uni Afrika untuk mendukung seruannya agar sanksi diakhiri. Konon kabarnya, Zimbabwe merogoh kocek ratusan ribu dolar untuk menyewa jasa kehumasan guna memoles citranya di Barat.

Langkah terakhir Inggris itu merupakan penanda tegas mengerasnya hubungan diplomatik dengan pemerintahan Zimbabwe saat ini yang sudah berjalan selama tiga tahun.

Empat pejabat keamanan yang dijatuhi sanksi itu memang bukan pejabat Zimbabwe yang sangat berkuasa, tetapi sanksi terhadap mereka cukup memberikan pesan tegas kepada pemerintahan Presiden Emmerson Mnangagwa.

Amerika Serikat sampai sekarang masih memberlakukan sanksi terhadap pejabat-pejabat tinggi Zimbabwe termasuk Presiden Emmerson Mnangagwa.

Apakah sanksi-sanksi tersebut menimbulkan efek jera, hal itu masih sangat bisa diperdebatkan. 

Kelompok-kelompok peduli HAM mengatakan bahwa meskipun sanksi sudah diberikan sejak dulu, tetapi pelanggaran-pelanggaran HAM seperti yang terjadi pada era Mugabe sampai saat ini masih berlangsung.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisSanksiZimbabwe
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Mengaku Sudah Kirim 2.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Tepi Barat
Tulisan selanjutnya Ketahuan Pesta di Kelab Malam Semasa Status Darurat Covid, Sejumlah Pejabat Tinggi Jepang Mengundurkan Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?