Hidayatullah.com—China siap untuk mempertimbangkan “kerja sama vaksin” dengan negara-negara di kawasan Eropa Timur dan Tengah, kata Presiden Xi Jinping hari Selasa (9/2/2021) dalam pertemuan menggunakan video link dengan para pemimpin Eropa.
Serbia telah menerima 1 juta dosis vaksin coronavirus yang dikembangkan China, sementara Hungaria dan China bekerja sama dalam pengembangan vaksin, kata Xi menurut kantor berita resmi Xinhua seperti dilansir Associated Press.
Dalam pertemuan itu Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengatakan bahwa dirinya berharap kiriman pertama vaksin dari China akan tiba di negaranya paling cepat pekan depan.
Lebih lanjut Orban mengatakan bahwa pihak berwenang negaranya telah mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinopharm, dan memuji sikap positif otoritas China sehingga memungkinkan negaranya menandatangani kesepakatan pembelian vaksin.
Hungaria merupakan negara anggota Uni Eropa pertama yang mengeluarkan izin bagi vaksin Sinopharm, dan telah membeli sejumlah dosis yang cukup untuk menginokulasi 2,5 juta orang.
Sinopharm dan vaksin lain yang dibuat oleh pengembang milik negara, Sinovac, telah memperoleh persetujuan bersyarat dari China.
Pengadaan jutaan dosis vaksin coronavirus oleh pihak China telah disepakati juga dengan Turki dan sekitar delapan negara asing lain.
Sementara itu, Xi mengatakan China bermaksud mengimpor hasil perternakan dan barang lain senilai lebih dari $170 miliar dari Eropa Timur dan Tengah kurun lima tahun ke depan, menurut Xinhua.
Beijing berusaha membangun hubungan dagang baru dan mengurangi ketergantungannya terhadap Amerika Serikat menyusul perang tarif yang dikobarkan Washington.
“Kita perlu memperdalam kerja sama pertanian,” kata Xi.
Pemimpin pemerintahan Komunis China itu juga menyatakan dukungannya terhadap rencana Universitas Fudan di Shanghai untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi di Hungaria.*