Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Siapapun yang Jadi Presiden Prancis, Macron atau Le Pen, Tak Suka Jilbab Muslimah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 April 2022 20:27 8:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 April 2022 16:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Rakyat Prancis segera akan menentukan presiden mereka untuk periode lima tahun ke depan, Emmanuel Macron atau Marine Le Pen. Keduanya menyodorkan agenda berbeda, tetapi sama-sama tidak suka jilbab Muslimah.

Saat Le Pen dan saingannya Presiden Emmanuel Macron bersiap untuk pemilihan putaran kedua akhir pekan depan, mereka dihadapkan oleh para wanita berjilbab yang bertanya mengapa pilihan pakaian mereka harus begitu kontroversial di Prancis.

Di pasar petani di kota Pertuis di bagian selatan Prancis, seorang wanita dengan penutup kepala biru-putih mendekati Le Pen, yang gigih mempertahankan posisinya pendiriannya, menyebut jilbab sebagai “seragam yang diwajibkan dari dulu hingga sekarang oleh orang-orang yang memiliki visi radikal tentang Islam.”

“Itu tidak benar,” bantah wanita berhijab itu. “Saya mulai memakai jilbab ketika saya telah menjadi wanita yang lebih tua … Bagi saya, itu adalah tanda bahwa saya menjadi seorang nenek.” 

Le Pen juga berdalih bahwa di “beberapa daerah” di Prancis, wanita yang tidak mengenakan jilbab “diasingkan dan diadili.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun telah memperlunak sikap anti-imigrasi dan anti-Islamnya dalam beberapa bulan terakhir, 

Le Pen mengusulkan denda bagi orang yang mengenakan jilbab di tempat publik, sama seperti denda pelanggaran lalu lintas, lansir Deutsche Welle.

Calon petahana Emmanuel Macron juga me debat seorang wanita Muslim pengguna jilbab dalam siaran hari Jumat (15/4/2022) di radio France-Info, tetapi berusaha menjauhkan diri dari Le Pen dengan mengatakan bahwa dia tidak akan mengubah hukum apa pun di Prancis yang ada saat ini terkait jilbab.

Dia membela larangan penggunaan jilbab di sekolah-sekolah sebagai bagian dari prinsip-prinsip sekuler negara Prancis.

Wanita Muslimah yang mendebat Macron, Sara El Attar, mengatakan bahwa dia merasa terhina dengan pernyataan-pernyataan Presiden Prancis itu sebelumnya di mana dikatakannya bahwa jilbab mengganggu hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Presiden petahana itu sebelumnya dituduh memicu prasangka terhadap Muslim atas sikap kerasnya pada apa yang disebutnya “Islamisme radikal.”

Setelah terjadi serangkaian serangan oleh pelaku-pelaku yang beragama Islam pada akhir 2020, pemerintah Prancis pimpinan Macron menuding “Islamis radikal” dan memberlakukan sejumlah kebijakan yang katanya bertujuan meredam penyebarannya di Prancis.

Macron pastinya sangat sadar bahwa lima juta Muslim Prancis – yang mencakup hampir 9% populasi – bisa menentukan nasibnya dalam pemilihan presiden putaran kedua melawan Marine Le Pen.

Menurut sebuah survei oleh Ifop, sebanyak 69% pemilih Muslim pada putaran pertama memberikan suaranya untuk Jean-Luc Melenchon, calon presiden yang memperoleh suara terbanyak ketiga setelah Macron dan Le Pen.

Apabila Macron dapat memikat hati para pemilih itu, dia dipastikan akan menjadi pemenang dalam putaran kedua.

Dibandingkan pertarungan sebelumnya di putaran kedua dalam pemilu tahun 2017, perbedaan suara yang didapat Macron kali ini hanya terpaut sedikit dengan Le Pen, politisi kanan-jauh yang dikenal rasis dan anti-Islam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Emmanuel MacronislamjilbabMarine Le PenMuslimMuslimahPrancispresiden
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Serikat Setuju Penjualan Peralatan Militer ke Nigeria Bernilai Hampir 1 Miliar Dolar
Tulisan selanjutnya Belajar dari Sistem Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?