Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belasan Warga Texas Ditemukan Mati Kedinginan di Rumahnya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Februari 2021 13:39 1:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Februari 2021 13:39
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sementara salju dan es berangsur-angsur mulai mencair di Texas setelah selama berhari-hari suhu dingin luar biasa menghampiri negara bagian terluas kedua di Amerika Serikat itu, mayat-mayat ditemukan tergeletak tak bernyawa akibat kedinginan.

Dari sekitar 70 kematian berkaitan dengan salju, es dan suhu dingin di seluruh penjuru negeri, lebih dari dua belas orang yang meninggal di rumah mereka berada di Texas dan rumah mereka tidak ada penghangat ruangan disebabkan aliran listrik terputus akibat badai salju. Salah satu korban adalah anak lelaki berusia 11 tahun yang meninggal di tempat tidurnya di Conroe, dekat Houston, dan dua pria dewasa ditemukan tak bernyawa di rumahnya di kota kecil Buffalo Gap 

di Taylor County di West Texas.

Ricky Bishop, sheriff (polisi kampung) wilayah Taylor County, mengatakan kantornya menerima banyak telepon beberapa terakhir dari warga yang meminta agar petugas memeriksa keadaan teman atau kerabat mereka yang memungkinkan mengalami pemadaman listrik.

“Seingat saya bahkan kami pernah sampai menerima 10 panggilan dalam satu jam,” kata Bishop, seraya menambahkan bahwa sebagian jalanan di daerah itu tertutup salju setebal 4 kaki (120 sentimeter), lansir Associated Press Sabtu (20/2/2021).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hypothermia dapat terjadi ketika tubuh seseorang kehilangan panas secara cepat daripada yang dapat dihasilkannya dan apabila suhu tubuh anjlok hingga di bawah 95 derajat Fahrenheit atau 35 derajat Celsius. Suhu normal tubuh manusia sekitar 98,6 derajat Fahrenheit atau 37 derajat Celsius.

“Apabila terjadi selama berjam-jam, maka kondisinya bisa sangat berbahaya,” kata Dr. Robert Glatter, seorang dokter di Lenox Hill Hospital Di New York City.

Matt Zavadsky, jubir penyedia layanan ambulans MedStar area Fort Worth, mengatakan kebanyakan panggilan hypothermia yang mereka terima berasal dari orang-orang yang berada di rumahnya, di mana suhu udara anjlok hingga 50°F (10°C) atau lebih rendah.

MedStar pada hari Rabu mendapat panggilan hipotermia terbanyak 77, kata Zavadsky. Sebagian orang melaporkan bahwa mereka mengalami mati rasa di bagian tangan dan kaki, sedangkan sebagian orang lain mengalami gejala lebih parah, seperti tubuh gemetar tak terkendali atau bahkan sampai pingsan tak sadarkan diri.

Apabila dibiarkan tidak ditangani, hipotermia akan mulai mengganggu kerja otak, akibatnya orang sulit berpikir dengan baik atau sulit bergerak.

Sebagian manula yang meninggal di Texas ditemukan tergeletak di luar rumahnya. Tidak jelas apa yang menyebabkan mereka nekat keluar rumah dalam cuaca dingin mencekam.

Akibat suhu tubuh di bawah normal dalam waktu yang lama, sirkulasi darah menjadi terganggu sehingga jantung, otak, organ-organ vital tidak berfungsi dengan baik. Sekitar 32 orang meninggal dunia akibat kedinginan setiap tahun di AS menurut National Weather Service.

Beberapa strategi agar tubuh tetap hangat justru berisiko membahayakan.

Apabila seseorang membungkus tubuhnya dengan selimut terlalu tebal atau pakaian berlapis-lapis, akibatnya tubuh akan mudah berkeringat yang artinya panas tubuh justru lebih cepat keluar.

Ketika suhu udara dingin sementara aliran listrik terputus, orang biasanya akan beralih ke pemanas berbahan bakar minyak, menyalakan generatir atau membakar arang dan kayu bakar di dalam rumah, yang semuanya itu berbahaya sebab mereka berisiko keracunan karbon monoksida.

“Semua itu akhirnya berujung pada bencana,” kata Glatter.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatdinginSaljutexas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya nadjamuddin ramly meninggal dunia Innalilahi, Mantan Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Pentagon: Sepertiga Tentara Amerika Serikat Menolak Vaksinasi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?