Hidayatullah.com—Pimpinan Gereja Anglikan, Uskup Agung Canterbury, mengecam penggunaan bahasa bernuansa Anti-Gay yang digunakan oleh Uskup Agung Nigeria.
Dilansir BBC Jumat (5/3/2021), Uskup Henry Ndukuba mengeluarkan pernyataan yang menyebut kata-kata “virus mematikan homoseksualitas” dan mengatakan pemerintah-pemerintah sekuler menerapkan kampanye agresif untuk mempromosikan budaya homoseksual.
Dalam langkah yang tidak biasa, Uskup Agung Canterbury Jason Welby mengkritik sejawatnya sesama pemuka Anglikan tersebut, mengatakan bahwa pernyataan itu tidak dapat diterima dan tidak manusiawi.
Welby juga menulis sebuah surat pribadi yang ditujukan kepada Henry Ndukuba, yang mengatakan bahwa perkataannya itu tidak sesuai dengan ajaran gereja.*