Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seorang Wanita Diculik dan Dibunuh Polisi, Kaum Wanita Inggris Turun ke Jalan Protes Kekerasan Terhadap Perempuan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Maret 2021 10:34 10:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Maret 2021 10:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pengunjuk rasa berkumpul di luar markas kepolisian, gedung parlemen dan kantor Perdana Menteri Boris Johnson di London, hari Senin (16/3/2021), guna menunjukkan kemarahan mereka atas kekerasan yang dilakukan kaum pria terhadap wanita dan cara keras polisi dalam menghadapi demonstran menyusul pembunuhan Sarah Everard.

Everard, 33, diculik saat berjalan kaki menuju rumahnya di bagian selatan London pada 3 Maret. Setelah sempat dinyatakan hilang, seorang anggota kepolisian yang bertugas mengontrol keamanan fasilitas-fasiltas diplomatik di London ditetapkan sebagai terdakwa penculikan dan pembunuhannya, sehingga menyulut perdebatan nasional tentang cara masyarakat Inggris menangani kekerasan para kaum lelaki terhadap perempuan.

Pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung parlemen di Westminster, di mana wakil-wakil rakyat hari Senin mulai memperdebatkan rancangan undang-undang kepolisian baru, yang akan memberikan lebih banyak kekuasaan kepada polisi untuk membubarkan aksi protes damai, beberapa hari setelah polisi dikecam karena menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga yang mengenang kematian Everard.

Dilansir Reuters, pengunjuk rasa sempat memblokir jalan dekat Westminster Bridge sebelum menyemut di New Scotland Yard, markas besar Kepolisian Metropolitan London, dan kemudian bergerak menuju kantor perdana menteri di Downing Street.

Mengusung tulisan berbunyi “Didik putra-putra Anda” dan “Akhiri kekerasan terhadap wanita”, demonstran berdiri dekat pembatas polisi di luar New Scotland Yard, meneriakkan seruan agar kaum wanita bersatu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kepolisian Metropolitan London ikut menjadi sasaran protes setelah petugas berusaha membubarkan kerumunan warga yang mengenang kematian Everard hati Sabtu, dengan alasan melanggar aturan Covid-19. Polisi memborgol dan menyeret sejumlah wanita yang berduka atas kematian Everard.

Aksi protes hari Senin itu tidak dikawal oleh petugas kepolisian dalam jumlah yang banyak, setelah masyarakat London menyeru agar Kepala Kepolisian Metropolitan London Cressida Dick mundur atas kekerasan yang dilakukan oleh anak buahnya pada hari Sabtu.

“Mereka (pelayat) datang membawa bunga, sedangkan Anda datang dengan kekuatan pasukan,” bunyi salah satu tulisan memprotes kebrutalan polisi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekerasanLondonpolisiSarah Everardwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agung Sugiarto Rajin Dampingi LGBT Ingin Sembuh
Tulisan selanjutnya Indonesia dan 17 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZeneca

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?