Hidayatullah.com—Sedikitnya 114 orang pengidap albinisme menghilang di Mozambique kurun tujuh tahun terakhir, kata komisi HAM negara di bagian selatan Afrika itu.
Saat ini ada 55 kasus kriminal yang sedang diproses berkaitan dengan orang-orang albino.
Orang Afrika berkulit tanpa warna kerap dibunuh di kawasan timur dan selatan Afrika, anggota tubuh mereka diambil untuk dijadikan jimat yang dipercaya akan mendatangkan keberuntungan dalam urusan asmara dan kekayaan.
Komisi Nasional HAM Mozambique menyampaikan laporan itu dalam sebuah pertemuan yang digelar di ibukota Maputo, yang membahas stigma yang dialami sekitar 20.000 orang albino di negara itu, lansir BBC Jumat (19/3/2021).
Kementerian Kehakiman mengatakan bahwa pemerintah melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk melindungi dan memerangi diskriminasi orang-orang albino.
Penderita albinisme di Mozambique mengatakan hidup mereka semakin sulit selama pandemi Covid-19 karena rumah sakit tidak jarang menolak kehadiran mereka.*