Hidayatullah.com—Rusia mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama untuk hewan, kata regulator pertanian di negara itu hari Rabu (31/3/2021), setelah hasil uji coba menunjukkan vaksin berhasil memunculkan antibodi melawan coronavirus pada anjing, kucing, serigala dan cerpelai.
Produksi massal vaksin itu, yang diberi nama Carnivac-Cov, dapat dimulai pada bulan April, kata regulator Rosselkhoznadzor seperti dikutip Reuters.
World Health Organization (WHO) mengkhawatirkan penularan coronavirus antara manusia dan hewan.
Rosselkhoznadzor mengatakan vaksin itu akan dapat melindungi spesies yang rentan dan mencegah mutasi virus.
Rusia sejauh ini baru mencatat dua kasus Covid-19 di kalangan hewan, keduanya kucing.
Denmark membantai semua 17 juta cerpelai yang ada di peternakan di seluruh penjuru negerinya tahun lalu, setelah menyimpulkan bahwa ada strain coronavirus penyebab Covid-19 yang menular dari manusia ke cerpelai dan mutasi dari strain itu juga ditemukan di kalangan manusia.
Rosselkhoznadzor mengatakan kalangan industri bulu binatang di Rusia berencana membeli vaksin itu, demikian pula para pengusaha di Yunani, Polandia dan Austria.
Industri bulu Rusia mencakup sekitar 3% pasar global, turun dari 30% di era Uni Soviet, menurut serikat dagang utama industri itu.
Alexander Gintsburg, kepala institut yang mengembangkan vaksin Covid-19 untuk manusia Sputnik V, hari Senin mengatakan bahwa sepertinya yang akan terjangkit Covid-19 selanjutnya adalah kalangan hewan, lansir koran Izvestia.*