Hidayatullah.com—Wabah coronavirus di Brazil semakin suram setelah jumlah kematian harian menembus angka 4.000 per hari untuk pertama kalinya sejak penyakit Covid-19 merebak di negara itu Februari 2020.
Sedikitnya 4.195 orang dilaporkan meninggal dunia hari Selasa (6/4/2021), menjadikan fatalitas Covid-19 di Brazil total hampir 337.000 atau kedua tertinggi di dunia setelah Amerika serikat.
Pada hari yang sama Kementerian Kesehatan juga melaporkan 86.979 infeksi baru. Para pakar khawatir 100.000 nyawa rakyat Brazil bisa melayang bulan ini saja apabila tidak diambil tindakan lebih lanjut.
“Ini semacam reaktor nuklir yang memicu reaksi berantai dan tidak terkendali. Ini (bencana) Fukushima biologis,” kata Miguel Nicolelis, seorang dokter asal Brazil yang juga profesor di Duke University yang rutin memantau perkembangan pandemi coronavirus, kepada Reuters.
Meskipun krisis Covid-19 semakin parah, presiden Brazil yang merupakan seorang politisi kanan-jauh pengagum Donald Trump, Jair Bolsonaro, masih bersikeras menolak lockdown dan menganggap enteng wabah di negaranya. “Di mana ada negara yang rkayatnya tidak mati?” ujarnya pekan lalu.
Brazil, yang memiliki 212 juta penduduk bandingkan dengan AS yang berpenduduk 328 jiwa, diperkirakan akan melampaui AS dalam jumlah kematian Covid-19 hari dalam beberapa hari mendatang. Menurut catatan Reuters, rata-rata kematian harian dalam sepekan tertinggi di AS yaitu 3.285 pada bulan Januari tahun ini.*