Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembicaraan Mesir-Sudan-Ethiopia tentang Bendungan Sungai Nil Berakhir Tanpa Kemajuan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 April 2021 20:20 8:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 April 2021 20:20
Bagikan
Sudan secara Resmi Meminta Mediasi Internasional dalam Sengketa Bendungan Grand Renaissance Ethiopia
Bagikan

Hidayatullah.com–Pembicaraan antara Mesir pada hari Selasa (06/04/2021), Sudan dan Ethiopia terkait sungai Nil berakhir tanpa kemajuan hasil. Pembicaraan tersebut bertujuan untuk memecahkan kebuntuan atas pembangunan bendungan Ethiopia di sungai Nil, Middle East Eye melansir.

Pembicaraan tiga arah di Republik Demokratik Kongo, ibu kota Kongo, Kinshasa, antara Mesir, Ethiopia, dan Sudan mengenai Bendungan Renaisans Besar Ethiopia (GERD) bertujuan untuk menyelesaikan perbedaan atas proyek yang menurut Addis Ababa adalah kunci pembangunan ekonomi dan pembangkit listriknya. .

Mesir khawatir bendungan itu akan membahayakan pasokan air Nilnya, sementara Sudan mengkhawatirkan keamanan bendungan dan air yang mengalir melalui bendungan dan stasiun airnya sendiri.

Sebelum pertemuan dimulai, Mesir mengatakan mereka mewakili kesempatan terakhir untuk memulai kembali negosiasi sebelum Ethiopia mulai mengisi bendungan untuk tahun kedua berturut-turut setelah hujan musiman mulai musim panas ini.

Menteri Luar Negeri Sudan Mariam al-Sadiq al-Mahdi mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa desakan Ethiopia pada langkah sepihak tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Perairan Ethiopia Seleshi Bekele tidak menanggapi teks dan panggilan telepon yang meminta komentar.

Sudan dan Mesir sejalan dengan proposal untuk memasukkan Uni Eropa, Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam negosiasi, sebagai tambahan untuk mediator Uni Afrika saat ini.

Mesir mengatakan Ethiopia menolak proposal tersebut selama pertemuan, serta saran lain untuk memulai kembali perundingan.

“Posisi ini sekali lagi mengungkapkan kurangnya kemauan politik Ethiopia untuk bernegosiasi dengan itikad baik,” kata pernyataan Mesir.

Sudan, yang juga terlibat dalam sengketa perbatasan dengan Ethiopia, telah menjadi tuan rumah Mesir untuk latihan angkatan udara yang berakhir pada hari Sabtu (03/04/2021).

Pekan lalu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengatakan akan ada “ketidakstabilan yang tak terbayangkan di kawasan itu” jika pasokan air Mesir dipengaruhi oleh bendungan.

“Tanpa pendekatan baru untuk negosiasi, ada ruang bagi Ethiopia untuk memaksakan fait completi dan menempatkan semua orang di wilayah itu dalam bahaya besar,” pungkas Mahdi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bendungan RenaisansSungai Nil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bencana alam di NTT MUI Sampaikan Duka Mendalam Terhadap Korban Bencana, Himbau Masyarakat Salurkan Bantuan
Tulisan selanjutnya I’tikaf bukber sahur Arab Arab Saudi: Tidak Ada I’tikaf, Bukber, Sahur di Masjid Selama Ramadhan Tahun Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?