Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dubes Myanmar di Inggris Didepak dari Kedutaannya oleh Atase Militer Myanmar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 April 2021 15:04 3:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 April 2021 15:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dubes Myanmar di London mengatakan bahwa dirinya dikunci di luar tidak bisa masuk ke kedutaannya.

Kyaw Zwar Minn mengatakan para staf diminta untuk meninggalkan gedung oleh atase militer Myanmar dan dia diberitahu bahwa dirinya bukan lagi perwakilan diplomatik negaranya.

“Saya dikunci di luar,” ujarnya kepada Reuters Rabu (7/4/2021).

Militer Myanmar melakukan kudeta pada 1 Februari, menyulut aksi protes selama berpekan-pekan dan kekerasan merebak di mana-mana. Bulan Maret, Kyaw Zwar Minn menyeru agar Aung San Suu Kyi dibebaskan, dan mengatakan kepada BBC bahwa Myanmar “terpecah” akibat kudeta itu dan berisiko terperosok dalam perang saudara.

Dia menegaskan bahwa pernyataannya itu tidak “mengkhianati negara”, seraya menambahkan bahwa dia berdiri di “tegah”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dubes yang merupakan pensiunan kolonel itu mendapat apresiasi dari Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, yang memuji sikap berani dan patriotismenya.

Kyaw Zwar Minn menyebut peristiwa hari Rabu itu semacam “kudeta di tengah-tengah London,” lansir Reuters. “Kudeta seperti ini tidak boleh terjadi,” imbuhnya.

Wakil Dubes Chit Win dikabarkan mengambil alih kedutaan dan berperan sebagai charge d’affairs Myanmar di London, lapor Reuters mengutip para diplomat yang mengetahui masalah tersebut.

Seorang jubir Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan kepada BBC  bahwa pihaknya sedang meminta klarifikasi status dubes Myanmar di London melalui protokol diplomatik.

Polisi dikabarkan dipanggil ke lokasi Kedutaan Myanmar untuk mencegah para staf yang didepak memasuki area diplomatik itu. 

Sejak itu banyak orang berdemonstrasi di luar kedutaan.

Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, merdeka.dari Inggris pada tahun 1948. Selama sejarah modernnya negar itu lebih banyak dikuasai militer.

Pemerintahan militer mulai kehilangan kontrol kekuasaan sejak 2010, dan pada tahun 2015 pemilu di Myanmar menaikkan Aung San Suu Kyi ke puncak kekuasaan.

Sejak tidak lagi berkuasa, sikap keras militer terhadap kelompok-kelompok minoritas di negara itu tidak melunak bahkan tidak kalah brutal semasa mereka berkuasa.

Pada tahun 2017, tentara Myanmar membalas serangan terhadap polisi oleh militan Rohingya dengan tindakan sangat keras bahkan mematikan, sehingga lebih dari setengah juta orang minoritas Muslim Rohingya menyelamatkan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh, peristiwa yang kemudian disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai salah satu contoh tindakan pembersihan etnis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DubesinggrisKyaw Zwar Minnmyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Begini Cara Menyambut Ramadhan
Tulisan selanjutnya Embargo Vaksin India India Embargo Ekspor Vaksin, Netty: Target 1 Juta Dosis Perhari Semakin Sulit Dicapai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?