Hidayatullah.com—Banyak orang India mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan tempat tidur bagi anggota keluarganya yang tertular Covid-19, sementara pertambahan kasus infeksi harian menembus angka 200.000.
“Situasinya mengerikan,” kata Avinash Gawande, seorang pejabat dari sebuah rumah sakit pemerintah di kota industri Nagput, yang kewalahan kebanjiran pasien seperti halnya rumah sakit di negara bagian tetangga Gujarat dan Delhi di bagian utara.
“Kami rumah sakit berkapasitas 900 tempat tidur, tetapi ada 60 pasien yang antre masuk dan kami tidak ada tempat untuk mereka,” imbuhnya seperti dilansir Reuters Kamis (15/4/2021).
Di luar sebuah kamar mayat besar di kota Delhi, sanak keluarga korban yang menangis berduka berkumpul di bawah panasnya matahari, menunggu jasad orang yang mereka cintai dikeluarkan dari kamar mayat.
Seorang pria berusia 40-an tahun bernama Prashant Mehra mengatakan bahwa dia terpaksa harus membayar jasa seorang calo agar kakeknya yang berusia 90-an tahun mendapat kamar dan bisa dirawat di rumah sakit pemerintah.
“Dia meninggal 6-7 jam kemudian,” ujarnya. “Kami meminta agar uangnya dikembalikan.”
Suplai oksigen dikabarkan menipis di berbagai daerah termasuk Gujarat, kampung halaman PM Narendra Modi.
Tayangan televisi menunjukkan antrean panjang ambulans pbawa pasien Covid-19, menunggu giliran masuk ke sebuah rumah sakit yang dapat menampung lebih dari 1.000 orang.
Negara bagian Maharashtra di mana terdapat kota Mumbai, pusat bisnis dan keuangan India, mulai memberlakukan lockdown semalam sebagai upaya meredam penyebaran coronavirus.
Kurun 24 jam terakhir India menambahkan 200.739 infeksi baru dalam catatan harian kasus Covid-19, menurut data Kementerian Kesehatan India. Angka kematian bertambah 1.038 menjadi total 173.123.
Total kasus infeksi 14,1 juta merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang membukukan angka 31,4 juta.
Meskipun sudah menyuntikkan sekitar 113 juta dosis vaksin Covid-19 – angka tertinggi setelah Amerika Serikat dan China – India memvaksinasi sebagian kecil dari jumlah penduduknya yang mencapai 1,4 miliar jiwa.*