Hidayatullah.com–Wakil Presiden Partai Islam Malaysia (PAS), Nasharudin Mat Isa menafikan laporan Kantor Berita Malaysia, Bernama yang seolah-olah dirinya pengikut ajaran Syi’ah di Malaysia dikenakan tindakan di bawah Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA).
Menurutnya, dalam sesi perbahasan di parlemen kemarin, ia hanya mempersoalkan mengapa pengikut-pengikut Syiah ditahan dibawah Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) dan tidak membicarakan mereka secara adil di mahkamah.
Sebelumnya, Bernama dalam laporannya bertajuk “Dewan Rakyat: Pengikut Syiah Dilarang Sebar Ajaran Kepada Pengikut Ahli Sunnah Wal-Jamaah” mendakwa Nasharudin bertanya kenapa pengikut Syiah tidak ditahan di bawah ISA.
“Kesalahan wartawan tersebut dapat merusak kredibiliti PAS yang selama ini lantang dan konsisten memperjuangkan supaya Kamp Tahanan Kamunting (lokasi tahanan ISA) dihapuskan.
“Malah, dalam sesi perbahasan itu, saya sekali lagi mengulangi desakan supaya akta drakonian ini dibubarkan selari dengan desakan pelbagai pihak termasuk Gerakan Mansuhkan ISA, Suhakam, UNHCR dan Human Rights Watch,” ujarnya.
Selanjutnya ia mengaku menyesal dan kecewa laporan berita itu dan berharap Bernama memperbaiki kesalahannya.
Sebagaimana diketahui, kemarin, Menteri Urusan Agama Islam Jamir Khir Baharom kepada parlemen Rabu (9/3), mengumumkan bahwa kelompok Islam Syi’ah, yang disebut sebagai sekte “sesat”, dilarang menyebarkan ajarannya, namun diberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinannya.
Jamil Khir Baharom juga memberitahu pengikut ajaran itu tidak boleh ditahan di bawah ISA karena tidak semua ajaran itu bertentangan dengan ajaran Ahli Sunnah wal-Jamaah.* nur-ross