Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setidaknya 18.000 Anak Pencari Suaka Hilang di Eropa

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 19 April 2021 22:20 10:20 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 19 April 2021 22:20
Bagikan
anak pencari suaka
Bagikan

Hidayatullah.com — Sekitar 18.292 anak pencari suaka yang berada di bawah perlindungan negara telah hilang antara tahun 2018-2020, menurut perhitungan lembaga resmi Eropa, lansir Daily Sabah pada Senin (19/04/2021)

Berdasarkan artikel berita oleh RBB, penyiar publik untuk negara bagian Berlin dan Brandenburg, angka ini dibagikan kepada publik oleh kelompok analisis data, Lost in Europe, termasuk beberapa jurnalis investigasi dari berbagai negara.

Sebagian besar anak yang hilang berasal dari Maroko, Aljazair, Eritrea dan Guinea.

Perhitungan Lost in Europe yang didapat dari lembaga publik ini menunjukkan bahwa 5.775 anak hilang di Italia, 2.642 di Belgia, 2.118 di Spanyol dan 944 di Swiss.

Di Jerman, jumlahnya 7.806, menurut angka-angka dari kantor polisi federal. Sementara 7.082 anak ditemukan, sekitar 724 masih hilang. Holger Hofmann, kepala asosiasi bantuan anak Jerman (Deutsches Kinderhilfswerk) dalam sebuah pernyataan kepada RBB mengatakan bahwa kantor polisi federal yang mencoba melacak anak-anak dan remaja dalam kegelapan adalah skandal dalam hal hak-hak anak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penelitian Lost in Europe lebih lanjut menunjukkan bahwa statistik negara-negara Eropa tentang anak di bawah umur tanpa pendamping yang mencari suaka tidak sistematis. Sementara Prancis, Denmark dan Rumania sama sekali tidak mencatat anak-anak pencari suaka tanpa pendamping, Bulgaria tidak memisahkan jumlah anak yang ditemani dan tanpa pendamping dalam catatan mereka.

Karena negara-negara Eropa masih belum memiliki pendekatan terpadu dalam migrasi dan pencari suaka, permohonan suaka di Uni Eropa turun lebih dari 30% pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kantor Dukungan Suaka Eropa (EASO) mengatakan pada bulan Februari bahwa penurunan sebesar 31% di 27 negara anggota ditambah Norwegia dan Swiss terutama disebabkan oleh pembatasan perjalanan yang diberlakukan selama pandemi virus corona.

Menurut angka yang diberikan oleh kantor, 461.300 aplikasi suaka diajukan pada tahun 2020, dibandingkan dengan 671.200 pada 2019.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anaksuaka
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Baitul Wakaf Hadir Dalam BSI Ramadhan Fest
Tulisan selanjutnya Kerjasama pertahanan Yunani israel ‘Israel’ dan Yunani Tandatangani Kesepakatan Kerjasama Pertahanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?