Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Proud Boys Kanada Bubar Setelah Distempel Teroris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Mei 2021 15:34 3:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Mei 2021 15:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Proud Boys Canada, sebuah kelompok kanan-jauh yang dinyatakan pemerintah Ottawa sebagai entitas teroris awal tahun ini, telah membubarkan diri dengan mengatakan mereka tidak melakukan kesalahan apapun, menurut pernyataan yang dirilis organisasi itu.

Pada bulan Februari, Kanada mengatakan kelompok itu merupakan ancaman aktif bagi keamanan negara dan memainkan peran penting dalam serangan mematikan terhadap 

gedung parlemen US Capitol pada bulan Januari yang dilakukan oleh para pendukung Presiden Donald Trump. Otoritas Amerika Serikat sudah mendakwa sejumlah anggota Proud Boys kaitannya dengan serangan 6 Januari tersebut.

“Kebenarannya adalah kami tidak pernah menjadi teroris atau kelompok supremasi kulit putih,” bunyi pernyataan yang diunggah administrator kanal resmi Proud Boys di Telegram, seperti dilansir Reuters Senin (3/5/2021).

“Kami merupakan kumpulan tukang listrik, tukang kayu, penasihat keuangan, mekanik, dll. Lebih dari itu kami adalah para ayah, saudara lelaki, paman dan putra,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Didirikan tahun 2016, Proud Boys memulai aksinya dengan menggelar protes-protes politik yang kemudian kerap terlibat perkelahian jalanan.

Pendirinya adalah Gavin McInnes, tokoh media dan pengusaha asal Kanada yang tinggal di Amerika Serikat.

Kelompok itu menjadi kepala berita di media Kanada tiga tahun lalu, setelah lima anggota tentara cadangan –dengan mengenakan kaos kelompok tersebut– mengganggu unjuk rasa yang dilakukan komunitas orang asli yang memprotes sebuah patung kontroversial.

Proud Boys dilarang membuat akun di Facebook dan Instagram pada Oktober 2018, setelah melanggar kebijakan terkait ujaran kebencian platform tersebut dan diklasifikasikan sebagai organisasi ekstremis oleh FBI.

Pada akhir Januari, parlemen Kanada secara bulat meloloskan mosi meminta agar pemerintah federal menetapkan kelompok sayap kanan Proud Boys sebagai kelompok teroris. Misi tersebut tidak memiliki dampak hukum secara praktis terhadap kelompok itu, tetapi mengirimkan pesan yang tegas terhadap ektremis sayap kanan di Kanada.

Menteri Keamanan Publik Kanada Bill Blair pada bulan Februari mengatakan bahwa dinas intelijen domestik semakin khawatir dengan ancaman potensial dari kelompok tersebut.

“Kanada tidak akan mentoleransi aksi kekerasan bermotif ideologi, agama atau politik,” kata Blair kala itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kanadaProud Boysteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apakah Istighfar Sama dengan Taubat?
Tulisan selanjutnya Ramadhan Bahagia Jufi Salurkan 125 Paket Pangan Lebaran dan 200 Paket Takjil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?