Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gegara Ulah Petani Belgia di Perbatasan Wilayah Prancis Mengecil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Mei 2021 22:30 10:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Mei 2021 22:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Berdiri dekat sebuah pohon di kawasan hijau dekat desa Bousignies-sur-Roc, sebuah tonggak batu menjadi penanda batas wilayah Prancis-Belgia sejak 1819. Batu tersebut merupakan satu dari banyak tonggak batu yang ditancapkan di sepanjang 620 kilometer perbatasan Prancis-Belgia yang diputuskan dalam perundingan menyusul kekalahan Napoleon di Waterloo.

Hanya beberapa bulan menjelang peringatan 200 tahun pertempuran bersejarah itu, seorang petani setempat – yang dikabarkan kesal karena traktornya tidak dapat melintas akibat adanya tonggak itu– memindahkan batu tersebut sejauh 2,29 meter ke teritori Prancis, menjadikan wilayah negaranya sedikit lebih luas.

Tindakan pelanggaran itu baru diketahui dua pekan lalu, ketika seorang peminat sejarah lokal yang sedang berjalan-jalan di dekat desa Erquelinnes, di sisi teritori Belgia, menyadari tonggak tersebut sudah bergeser dari tempatnya semula, lansir RFI Rabu (5/5/2021).

Pemilik lahan di sekitar lokasi tonggak mengkonfirmasi bahwa seorang petani di sana memang memindahkan batu itu.

Memindahkan tonggak tanda perbatasan merupakan tindakan melanggar Treaty of Kortrijk, yang sudah menjamin perbatasan antara Prancis dan Belgia selama lebih dari 200 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beruntung para pejabat di kedua sisi perbatasan bisa melihat sisi lucu dari kasus itu.

“Kami tidak berminat memperluas wilayah desa ataupun negara kami,” tawa kepala daerah Erquelinnes David Lavaux, dalam wawancara dengan kanal televisi Prancis TF1.

“Petani itu menjadikan wilayah Belgia lebih besar dan Prancis lebih kecil. Itu bukan ide bagus. Saya sih senang-senang saja wilayah saya menjadi lebih besar, tetapi kepala daerah Bousignies-sur-Roc tidak setuju,” canda Lavaux.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelgiaperbatasanPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi di Kelurahan untuk Pemudik Nekat
Tulisan selanjutnya pembatasan Covid 19 Mulai Besok, Larangan Transportasi untuk Mudik Diberlakukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?