Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penjara Seumur Hidup Bagi 2 Mahasiswa Amerika Pembunuh Polisi Italia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Mei 2021 12:29 12:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Mei 2021 12:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua mahasiswa Amerika Serikat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan di Roma karena membunuh petugas kepolisian Mario Cerciello Rega.

Setelah melalui masa pertimbangan hampir 13 jam, juri menyatakan bersalah Finnegan Lee Elder, (21) dan Gabriel Natale-Hjorth (20) membunuh Cerciello Rega, yang baru saja kembali bertugas setelah cuti bulan madu ketika dia ditikam hingga tewas di sebuah jalan di pusat kota Roma pada bulan Juli 2019.

Pemakaman kenegaraan digelar untuk anggota kepolisian berusia 35 tahun itu, yang disebut jaksa Maria Sabina Calabretta tewas dalam serangan “tidak proporsional dan mematikan”.

Elder tampak terkejut ketika keputusan dibacakan pada Rabu malam (5/5/2021), lansir The Guardian.

Dalam penampakan singkat di pengadilan sebelumnya pada hari Rabu, Elder berkata kepada pengacaranya “Saya stress”, sebelum kemudian mencium kalung salib yang dikenakannya dan mengacungkannya ke langit. Kedua orangtuanya hadir dalam persidangan, begitu pula paman dari Natale-Hjorth.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Janda mendiang Cerciello Rega, Rosa Maria Esilio, menangis di pengadilan setelah keputusan dibacakan.

Natale-Hjorth sedang mengunjungi kerabatnya di Italia dekat Roma ketika bertemu dengan Elder, yang melancong ke berbagai negara Eropa, pada 26 Juli 2019.

Cerciello Rega ditikam 11 kali dan koleganya, Andrea Varriale, terluka ketika dua anggota kepolisian berpakaian bebas dan tidak membawa senjata itu menjumpai Elder dan Natale-Hjorth di distrik Prati di Roma untuk menyelidiki kasus penjambretan tas.

Elder, yang melancong ke Italia dengan membawa pisau tempur sepanjang 18cm di dalam tasnya, dan Natale-Hjorth mengatakan mereka mengira kedua polisi itu adalah penjahat yang berusaha mengganggu dan tindakan mereka merupakan upaya bela diri.

Sebelum kejadian itu, kedua mahasiswa tersebut mengontak seorang makelar untuk membeli kokain di Trastevere, sebuah kawasan yang dikenal dengan kehidupan malamnya.

Makelar itu kemudian mengantarkan mereka ke seorang pengedar narkoba, yang meminta bayaran €80 untuk “kokain” yang ternyata aspirin.

Sebagian balasan, mereka merampas tas milik makelar yang di dalamnya ada ponselnya, lalu kabur setelah sebelumnya meminta uang tebusan dan kokain jika tas ingin dikembalikan.

Makelar itu lantas membuat janji untuk bertemu kedua mahasiswa itu di distrik Prati. Dia juga melaporkan soal perampasan tasnya kepada pihak berwenang. Menanggapi laporan itu, kedua anggota kepolisian tersebut mendatangi lokasi.

Setelah melakukan serangan terhadap dua anggota kepolisian itu, pelaku kabur dan keesokan hari keberadaan mereka di sebuah hotel berhasil dilacak. Di penginapan itu polisi menemukan pisau yang dipergunakan untuk membunuh Cerciello Rega.

Elder mengaku berkali-kali menikam Cerciello Rega, tetapi berdalih bahwa dia dan Natale-Hjorth disergap oleh kedua korban, yang mereka sangka pengedar narkoba.

Jaksa Calabretta menuntut agar kedua mahasiswa itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

“Hukuman seumur hidup itu bukan sebagai “trofi untuk dipamerkan melainkan semata ganjaran hukuman … sebab dalam peristiwa tragis semacam ini, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah,” kata Calabretta dalam persidangan akhir April lalu.

Jaksa itu membantah pembelaan terdakwa yang berargumen bahwa kekhawatiran terus-menerus akan diserang yang dirasakan Elder – dampak sejarah masalah kejiwaan yang dialaminya – mengakibatkan dirinya membunuh Cerciello Rega setelah salah mengira dia dan Varriale adalah penjahat.

Dalam persidangan Varriale bersaksi bahwa dia dan Cerciello Rega mendekati kedua pemuda Amerika itu dari arah depan dan menunjukkan lencana kepolisian mereka, meskipun milik Cerciello Rega belum ditemukan usai kejadian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatItaliamahasiswapembunuhanpolisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Minta KPI Setop Sejumlah Program Ramadhan TV Bandel
Tulisan selanjutnya partai pelita din syamsuddin Din Syamsuddin: Kekuatan Oligarki Kendalikan Buzzer Melakukan Pembunuhan Karakter Figur-figur Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?