Hidayatullah.com—Pimpinan raksasa tembakau Philip Morris mengatakan perusahaannya akan mengakhiri penjualan rokok konvensional di Jepang dalam kurun sepuluh tahun.
Dilansir AFP, dalam wawancara dengan koran bisnis Jepang Nikkei yang dipublikasikan hari Jumat (7/5/2021) CEO yang baru diangkat Jacek Olczak mengatakan, “Kami ingin Jepang menjadi pasar pertama” di mana perusahaan tidak lagi menjual rokok konvensional.
Perusahaan akan “mewujudkan masyarakat yang bebas asap di Jepang dalam kurun waktu 10 tahun,” ujarnya.
Pembuat rokok Marlboro itu pada 2016 pernah mengumumkan rencana jangka panjang untuk menghentikan penjualan rokok konvensional dan menggantinya dengan alternatif yang katanya lebih rendah bahayanya. Namun, baru kali ini tenggat waktu pastinya diumumkan.
Ok lczak mengatakan Philip Morris Internasional berencana memperkenalkan teknologi baru IQOS, semacam rokok pendek yang disisipkan ke dalam sebuah alat yang memanaskan tembakau dan melepaskan uap, bukan asap seperti pada rokok konvensional.
Bagi sebagian kalangan, Jepang merupakan surga para perokok.
Rokok di negeri sakura itu hanya dijual kisaran 450 yen ($4) sampai 570 yen. Kemasan rokok juga sangat minim peringatan bahaya.
Pemerintah Jepang mendulang miliaran dolar per tahun dari cukai rokok dan memiliki sepertiga saham di Japan Tobacco, perusahaan tembakau terbesar ketiga di dunia.
Namun belakangan, sejalan dengan tren global, penggunaan tembakau di Jepang menurun.
Berdasarkan UU yang berlaku mulai tahun 2020, menyalakan rokok reguler terlarang di kebanyakan restoran, sedangkan produk tembakau yang dipanaskan diperbolehkan saat orang makan-minum dengan catatan harus memenuhi sejumlah syarat.
Merokok di jalanan dilarang berdasarkan UU lokal di banyak daerah, dengan ancaman denda tinggi bagi pelanggarnya.*