Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jelang Idulfitri, India Perpanjang Jam Malam di Kashmir

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 Mei 2021 22:51 10:51 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 Mei 2021 22:51
Bagikan
jam malam
Bagikan

Hidayatullah.com — Pemerintah Jammu dan Kashmir yang dikelola India memutuskan untuk memperpanjang jam malam selama seminggu ke depan. Keputusan ini diterbitkan menjelang hari raya Idulfitri dan dikarenakan masih tingginya angka infeksi virus corona.

DIlansir Anadolu Agency pada Minggu (09/05/2021), pihak berwenang mengatakan jam malam, yang seharusnya berakhir pukul 7 pagi pada 10 Mei, telah diperpanjang hingga 17 Mei.

“Penguncian wilayah yang diperpanjang akan tetap berlaku di semua 20 distrik di kawasan itu,” kata departemen informasi dan hubungan masyarakat regional. “Jam malam akan ketat kecuali untuk beberapa layanan penting sementara pertemuan untuk pernikahan dikurangi menjadi 25 orang saja.”

Pada 29 April, administrasi mengumumkan penguncian yang ketat, dengan hanya layanan penting seperti perusahaan makanan dan rumah sakit yang diizinkan beroperasi.

Wilayah yang disengkatakan oleh India dan Pakistan itu, yang telah mendaftarkan total 211.742 kasus dan 2.672 kematian, pada Sabtu mencatat 60 kematian terkait.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebanyak 2,2 juta orang telah divaksinasi sejak awal kampanye inokulasi pada Maret lalu.

Hari raya Idulfitri yang menandai akhir Ramadhan, bulan suci puasa, juga dirayakan secara tertutup tahun lalu.

Wilayah Sengketa

Kashmir terbagi dua, satu bagian dikelola oleh India dan Pakistan sebagian lainnya, yang diklaim keduanya secara penuh. Sebagian kecil wilayah itu juga di bawah kendali China.

Sejak mereka dipecah pada tahun 1947, kedua negara telah berperang tiga kali, dua di antaranya memperebutkan Kashmir.

Beberapa kelompok Kashmir telah berperang melawan pemerintahan India untuk kemerdekaan, atau penyatuan dengan tetangganya Pakistan.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang telah terbunuh dan disiksa dalam konflik tersebut sejak tahun 1989.

Pada 5 Agustus 2019, pemerintah India mencabut Pasal 370 dan ketentuan terkait lainnya dari Konstitusinya, menghapus satu-satunya negara bagian berpenduduk mayoritas Muslim di negara itu dengan otonominya. Itu juga dibagi menjadi dua wilayah yang dikelola pemerintah federal.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:idulfitri 1442 HijriyahIndiaJam MalamKashmir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU Palestina PBNU Dorong “Israel” untuk Hentikan Kekerasan di Palestina
Tulisan selanjutnya pelecehan seksual Paus Fransiskus Desak Kekerasan di Yerusalem, Palestina Segera Diakhiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?