Hidayatullah.com—Sebanyak 450.000 dosis vaksin Covid telah dimusnahkan di sembilan negara Afrika, kata seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Manajer program imunisasi WHO Afrika Dr Richard Mihigo mengatakan keterlambatan pengiriman vaksin AstraZeneca, yang banyak digunakan di benua itu, menjadi penyebabnya.
“Vaksin ini tidak serta merta dibuang percuma. Vaksin tiba dengan masa simpan yang sangat singkat sehingga sangat sulit untuk digunakan,” katanya seperti dilansir BBC Jumat (16/7/2021).
Negara-negara yang menghancurkan vaksin adalah Malawi, Sudan Selatan, Liberia, Mauritania, Gambia, Sierra Leone, Guinea, Komoro, dan Republik Demokratik Kongo.
Malawi merupakan negara pertama yang secara terbuka membuang vaksin pada 19 Mei disebabkan kadaluarsa. Menkes Mali mengatakan hal itu perlu dilakukan untuk menunjukkan kepercayaan masyarakat.
Untuk menghindari pembuangan vaksin, negara-negara didesak untuk menggunakan vaksin segera setelah dikirim.
Mereka juga diimbau untuk melakukan kampanye sensitisasi bersamaan dengan kampanye vaksinasi massal supaya masyarakat dapat mengetahui pentingnya vaksinasi.
Dari populasi 1,2 miliar orang, hanya delapan juta orang Afrika yang telah divaksinasi. Minimnya infrastruktur transportasi dan logistik merupakan sebagian dari sekian banyak kendala yang dihadapi oleh negara-negara Afrika dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.*