Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Suriah: Assad Dilantik untuk Masa Jabatan Keempat setelah Pemilihan Ulang yang Kontroversial

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Juli 2021 22:50 10:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2021 07:00
Bagikan
Assad Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com — Presiden Bashar al-Assad mengambil sumpah jabatan untuk masa jabatan keempat di Suriah yang dilanda perang pada hari Sabtu (17/07/2021). Pelantikan tersebut dilakukan beberapa saat setelah pasukan pro-pemerintah dilaporkan membunuh beberapa orang, termasuk tiga anak, lansir Middle East Eye.

Assad memenangkan 95 persen suara pada Mei yang sebagian besar ditolak di luar negeri. Itu adalah pemilihan kedua sejak dimulainya perang saudara selama satu dekade yang telah menewaskan hampir setengah juta orang dan menghancurkan infrastruktur negara itu.

Sesaat sebelum upacara, roket yang ditembakkan oleh pasukan pro-pemerintah menewaskan enam orang, termasuk tiga anak-anak dan seorang pekerja penyelamat, di benteng pemberontak besar terakhir di Idlib, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Seorang koresponden AFP di desa Sarja melihat orang-orang bekerja dengan tergesa-gesa untuk mengeluarkan mayat dari puing-puing rumah yang runtuh, sebelum membawanya pergi dengan selimut merah.

Assad, 55, disumpah berdasarkan konstitusi Suriah dan Alquran di hadapan lebih dari 600 tamu, termasuk menteri, pengusaha, akademisi, dan jurnalis, kata penyelenggara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pemilihan telah membuktikan kekuatan legitimasi populer … yang diberikan kepada negara,” kata Assad dalam pidato pelantikannya.

“Mereka telah mendiskreditkan pernyataan pejabat Barat tentang legitimasi negara.”

Menjelang pemilihan 26 Mei, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia mengatakan jajak pendapat itu “tidak bebas atau adil”, dan oposisi Suriah yang terfragmentasi menyebutnya sebagai “lelucon”.

Assad mencalonkan diri melawan dua kandidat yang tidak jelas, mantan wakil menteri kabinet Abdallah Saloum Abdallah dan Mahmoud Ahmed Marei, kepala partai oposisi kecil yang disetujui secara resmi.

Marei mendapat 3,3 persen suara, dan Saloum 1,5 persen, menurut angka resmi.

Bank Libanon Disalahkan

Assad mengambil sumpahnya saat negara itu menghadapi krisis ekonomi yang mengerikan.

Lebih dari 80 persen penduduk hidup dalam kemiskinan dan nilai pound Suriah telah jatuh terhadap dolar, menyebabkan inflasi yang meroket.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah telah menaikkan harga bensin, roti, gula, dan beras, sementara pemadaman listrik dapat berlangsung hingga 20 jam sehari di tengah kelangkaan bahan bakar.

Secara nasional, 12,4 juta orang berjuang untuk mendapatkan makanan yang cukup setiap hari, kata Program Pangan Dunia.

Pemerintah Damaskus menyalahkan kesengsaraan ekonomi negara itu pada sanksi Barat dan krisis yang semakin dalam di negara tetangga Lebanon.

Bank-bank di Lebanon selama lebih dari satu tahun melarang para deposan menarik tabungan dolar mereka, yang mempengaruhi klien Suriah.

“Kendala terbesar sekarang adalah dana Suriah yang dibekukan di bank-bank Lebanon,” kata Assad, memperkirakan jumlahnya mencapai puluhan miliar dolar.

Kunjungan China

Assad berbicara ketika Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendarat di Damaskus, kata media pemerintah Suriah, dalam kunjungan pertama oleh seorang pejabat pemerintah China sejak seorang wakil menteri luar negeri pada awal 2012.

Assad pertama kali dipilih melalui referendum pada tahun 2000 setelah kematian ayahnya Hafez al-Assad, yang telah memerintah Suriah selama 30 tahun.

Perang Suriah telah menggusur jutaan orang sejak dimulai pada 2011 dengan penindasan protes anti-pemerintah.

Setelah serangkaian kemenangan melawan berbagai kelompok bersenjata, pasukan pemerintah yang didukung Rusia saat ini menguasai dua pertiga negara.

Assad berjanji untuk merebut wilayah Suriah yang tersisa dari “para teroris dan dari sponsor Turki dan Amerika mereka”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadKonflik Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Palestina Mengecam Eskalasi ‘Israel’ yang ‘Berbahaya’ di Yerusalem
Tulisan selanjutnya Pengorbanan Gadis Korea Demi Masuk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?