Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Tunisia Tangguhkan Parlemen dan Pecat Perdana Menteri dari Partai Islam Annahda

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Juli 2021 11:09 11:09 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 Juli 2021 11:09
Bagikan
Presiden Tunisia Kais Saied
Bagikan

Hidayatullah.com — Presiden Tunisia Kais Saied mengumumkan bahwa ia telah sepenuhnya mengambil alih otoritas eksekutif, menangguhkan parlemen.

Selama pertemuan dengan para pemimpin militer, Saied mengatakan dia telah memutuskan untuk memecat Perdana Menteri Hicham Mechichi, menurut halaman Facebook resmi Kepresidenan Tunisia.

Dia menambahkan bahwa dia memutuskan untuk mencabut kekebalan semua anggota parlemen, yang dikenal sebagai Majelis Perwakilan Rakyat. Ia juga akan melayangkan penuntutan publik sendiri.

Keputusan ini dia ambil setelah “berkonsultasi” dengan Mechichi dan Ketua Parlemen Rached Ghannouchi. Selain itu, sang presiden juga akan mengambil keputusan lain sampai perdamaian sosial dipulihkan di negara itu.

Sementara, Ghannoughi mengatakan langkah Saeid tidak lain adalah “kudeta penuh” terhadap konstitusi, revolusi dan kebebasan Tunisia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketua Parlemen itu meminta rakyat Tunisia untuk “memulihkan demokrasi” melalui cara-cara damai. Ia menyebut langkah presiden menyeret negara itu ke dalam “pemerintahan satu orang”.

Wakil pemimpin partai Islam An Nahda Ali Larayedh juga mengatakan dalam sambutannya kepada saluran berita Al-Jazeera bahwa presiden Tunisia telah melakukan kudeta terhadap konstitusi dan revolusi 2011.

Larayedh mempertanyakan nasib perdana menteri, mengatakan dia diberitahu bahwa Mechichi telah “ditahan” di istana presiden.

Kepresidenan Tunisia belum mengomentari klaim Larayedh.

Tunisia telah dilanda krisis mendalam sejak 16 Januari, ketika Perdana Menteri Hichem Mechichi mengumumkan perombakan kabinet tetapi Presiden Kais Saied menolak untuk mengadakan upacara pelantikan menteri baru. Negara ini telah menyaksikan protes di beberapa daerah di tengah penurunan ekonomi besar yang diperburuk oleh pandemi virus corona.

Tunisia, tempat kelahiran revolusi Musim Semi Arab 2011, telah diguncang oleh kerusuhan sosial dan kesulitan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut terjadi karena pemerintah berturut-turut gagal memperbaiki kondisi kehidupan rakyat Tunisia.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kais SaiedPartai Islam Annahdapolitiktunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Mengadopsi RUU Anti-Separatisme ‘Islamofobia’
Tulisan selanjutnya Ajak Masyarakat Agar Tidak Panik Hadapi Covid-19, Mahfud MD: Anggap Saja Itu Penyakit Biasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?