Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

[Video] Di Tengah Hawa Panas Kebakaran Besar Melanda Berbagai Daerah di Turki, Pemerintah Tuding PKK

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Juli 2021 12:59 12:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Juli 2021 12:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hawa panas hari Kamis (29/7/2/21) menimbulkan kebakaran besar di Turki. Panasnya mencapai empat kali dari yang pernah tercatat di negeri itu, menurut data satelit yang diterima The Guardian.

Sedikitnya empat orang tewas dalam karhutla yang melanda kawasan wisata Antalya dan Muğla, memaksa ribuan wisatawan dievakuasi dari hotel mereka dengan barisan armada kapal.

Kondisi di sana dan di puluhan lokasi kebakaran lainnya di seluruh Turki sangat kering. Rekor suhu terpanas di Turki selama 60 tahun dipecahkan pekan lalu ketika wilayah Cizre, kota kecil di bagian tenggara, mencatat 49,1°C.

Media lokal mempublikasikan foto-foto resor populer di kawasan Laut Aegea yang dikelilingi oleh lereng bukit dan hutan serta lahan pertanian yang terbakar. Di Bodrum, di provinsi Muğla, 80 hektar lahan terbakar meskipun ada upaya pemadaman kebakaran dari darat dan udara. Api melahap dua hotel, memaksa evakuasi lebih dari 4.000 wisatawan dan staf oleh penjaga pantai dan kapal-kapal penangkap ikan.

Warga penduduk kota yang terdampak mengatakan kepada para reporter bahwa mereka belum pernah melihat hal seperti itu. Ibrahim Aydn, seorang petani, mengaku kehilangan semua ternaknya dan hampir tewas saat memadamkan api. “Semua yang saya miliki terbakar habis. Saya kehilangan domba-domba dan hewan-hewan lainnya,” katanya kepada Daily Sabah. “Ini tidak normal. Ini seperti neraka.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di seluruh negeri, petugas pemadam kebakaran harus mengatasi lebih dari 50 lokasi kobaran api. Puluhan petugas dirawat di rumah sakit karena asap yang mereka hirup. Sementara berita menyebar, #PrayForTurkey menjadi trending di Twitter dengan potret-potret kehancuran dan peta yang menunjukkan lokasi lebih dari dua lusin titik api di seluruh negeri.

Para menteri pemerintah berspekulasi bahwa penyebab kebakaran mungkin aksi pembakaran oleh gerakan separatis Kurdi PKK, tetapi mereka tidak menunjukkan bukti-bukti sangkaannya, lapor The Guardian.

Karhutla biasa terjadi di Turki selama musim panas, tetapi kobaran api selama dua hari terakhir ini luar biasa. Analisis satelit oleh Copernicus Atmosphere Monitoring Service menunjukkan intensitas panas kebakaran di Turki pada hari Kamis mencapai sekitar 20 gigawatt, empat kali lebih tinggi dari angka maksimum harian sebelumnya.

“Angka-angka itu melebihi skala dibandingkan dengan 19 tahun terakhir,” kata Mark Parrington, ilmuwan senior di lembaga Uni Eropa Copernicus Atmosphere Monitoring Service. Dia mengatakan asap dari kebakaran di dekat Antalya dan Mersin sekarang menuju ke Siprus.

Ilmuwan iklim Turki Levent Kurnaz mengatakan cuaca belakangan ini menciptakan kondisi mudah terbakar. “Cuaca sangat panas dan kering. Kondisi seperti Ini membantu untuk memicu kebakaran. Kesalahan sangat kecil saja akan mengarahkan kita pada bencana besar,” katanya lewat Twitter.

Ilmuwan iklim sejak lama memperkirakan kawasan Mediterania akan mengalami kenaikan suhu dan perubahan curah hujan, yang didorong oleh emisi dari aktivitas manusia. Risiko kebakaran hutan di masa depan diproyeksikan meningkat di Eropa selatan, menurut laporan terakhir oleh UN Intergovernmental Panel on Climate Change.

Tahun ini sepertinya tren tersebut akan berlanjut. World Meteorological Organisation lewat Twitter mengatakan bahwa panas yang ekstrem akan merambah ke wilayah Mediterania yang lebih luas dengan suhu yang diperkirakan naik di atas 40°C di daratan Italia, Yunani, Tunisia, dan Turki.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AntalyakarhutlaTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Thailand Tak Mau Berita Buruk Soal Penanganan Pandemi Covid-19 Menyebar
Tulisan selanjutnya Empat Pesepakbola Somalia Tewas Saat Bus Mereka Dibom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?