Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekas Penjaga Kamp Nazi Berusia 100 Tahun Akan Diadili di Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Agustus 2021 15:03 3:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Agustus 2021 15:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria berusia 100 tahun diduga bekas penjaga di kamp konsentrasi Nazi akan diadili di Jerman dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan 3.518 orang, kata pihak kejaksaan.

Tersangka yang tidak disebutkan namanya itu dituduh membantu pembunuhan tahanan-tahanan di kamp Sachsenhausen dekat Berlin antara tahun 1942 dan 1945. Tuduhan terhadapnya termasuk keterlibatan dalam eksekusi oleh regu tembak dan gas beracun.

Hari Senin (2/8/2021), jaksa mengkonfirmasi bahwa pria itu akan layak dan sehat untuk diadili pada bulan Oktober, lansir BBC.

Jaksa mengatakan pria itu sudah menjalani pemeriksaan medis yang, meskipun usianya sudah lanjut, menilainya layak untuk hadir di pengadilan selama dua setengah jam per hari.

Konfirmasi perihal kebugaran pria itu untuk diajukan ke pengadilan pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Jerman Welt am Sonntag pada hari Ahad.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Surat kabar itu mengutip pengacara Thomas Walther yang mengatakan bahwa banyak dari tuduhan yang dikenai atas pria itu tuanya sama dengan usia tertuduh, dan karena itu bagaimana keadilan mau ditegakkan.

Sekitar 200.000 orang dikurung di kamp Sachsenhausen antara tahun 1936 dan 1945.

Lawan politik, tawanan perang dan kelompok tertindas termasuk di antara mereka yang ditahan di sana oleh SS, pasukan keamanan Nazi Jerman yang tersohor.

Museum Sachsenhausen mengatakan puluhan ribu tahanan tewas di kamp tersebut akibat kelaparan, penyakit, kerja paksa, pembantaian dan penyebab lainnya.

Jerman memburu para bekas pekerja di kamp Nazi sejak keputusan pengadilan tahun 2011 yang menghukum mantan penjaga, John Demjanjuk, dengan tuduhan mendukung pembunuhan massal. Dia meninggal saat menunggu proses banding, tetapi putusan pengadilan itu kemudian menjadi preseden hukum.*

Sebelumnya, pengadilan meminta bukti keterlibatan langsung seseorang untuk kasus-kasus dan dakwaan kejahatan berkaitan dengan kamp konsentrasi Nazi.

Meskipun jumlah tersangka dalam kejahatan Nazi semakin berkurang, kejaksaan Jerman masih berusaha untuk menyeret mereka ke pengadilan.

Pada Juli 2020, seorang pria bekas penjaga kamp konsentrasi berusia 93 tahun dinyatakan bersalah terlibat dalam pembunuhan lebih dari 5.000 tahanan.

Namun pada bulan Maret tahun ini, jaksa mengatakan seorang bekas penjaga kamp berusia 96 tahun tidak cukup sehat untuk diadili.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermankamp konsentrasinazi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pns bansos Mensos Risma Kebut Vaksinasi Covid untuk Penyandang Disabilitas
Tulisan selanjutnya Umar ibn Khattab Bisakah Kamu Menanggung Dosaku di Akhirat?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?