Hidayatullah.com—Hampir 500.000 orang terdampak banjir bandang di enam wilayah negara bagian di Sudan Selatan, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Enam negara bagian yang terdampak paling parah adalah Jonglei, Western Equatoria, Warrap, Northern Bahr El- Ghazal, dan dua negara bagian penghasil minyak Unity dan Upper Nile yang berada di bagian utara negeri itu.
PBB mengatakan orang-orang yang terkena dampak banjir membutuhkan tempat penampungan darurat, kesehatan dan persediaan makanan, serta barang-barang lainnya.
“Diperkirakan 426.000 orang terkena dampak dan mengungsi akibat banjir di Sudan Selatan sejak Mei. Ketidakamanan di negara bagian Warrap mempersulit upaya memenuhi kebutuhan orang-orang di sana,” kata United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA) Dalam rilis pers seperti dilansir BBC Selasa (21/9/2021).
Lembaga PBB itu mengatakan banjir membuat masyarakat semakin rentan, banyak orang mencari perlindungan di gereja-gereja dan sekolah-sekolah.
Musim hujan yang datang lebih awal mengakibatkan Sungai Nil meluap sehingga menggenangi lahan dan pemukiman.
Ramalan cuaca memprediksi hujan deras dan banjir dalam beberapa bulan ke depan.*