Hidayatullah.com—Bank Sentral Bangladesh akan mengirimkan sebuah tim ke Filipina hari Selasa (5/9/2017) guna mendorong percepatan penyelamatan dana lebih dari $81 juta miliknya yang dicuri dari New York Federal Reserve tahun lalu dan dibelokkan ke sebuah bank di Manila.
Sejauh ini Bangladesh Bank baru berhasil menyelamatkan $15 juta dari total uang yang dicuri dalam salah satu kasus “perampokan siber” terbesar di dunia itu, lapor Reuters.
Hari Senin (4/9/2017) seorang pengacara Bangladesh Bank, Ajmalul Hossain, kepada Reuters mengatakan bahwa bank melakukan berbagai cara untuk mengembalikan uang negaranya yang dicuri, yang sekarang berada di sejumlah institusi di Filipina.
Hossain mengatakan dua pejabat dari Bangladesh Financial Intelligence Unit, yang dibawahi bank sentral, akan bertemu dengan para perwakilan Filipina dari Departemen Kehakiman, Anti-Money Laundering Council dan sebuah komisi kepresidenan, serta pejabat lainnya.
“Semua uang yang dicuri telah dibekukan … kami sedang berusaha mendapatkannya kembali,” kata Hossain dari London kepada Reuters lewat sambungan telepon.
Hossain menolak memaparkan strategi yang dipakai untuk menyelamatkan uang tersebut, yang menurut intelijen Amerika Serikat FBI dicuri oleh pelaku-pelaku yang disponsori negara.
Pada malam hari tanggal 4 Februari 2016, sejumlah peretas –yang belum diketahui identitasnya– melakukan perintah transfer palsu dengan meminta dana sebanyak hampir $1 miliar dipindahkan dari akun Bangladesh Bank di New York Federal Reserve ke rekening-rekening yang kebanyakan berada di Rizal Commercial Banking Corp (RCBC), sebuah bank yang berbasis di Manila.
Kebanyakan dari perintah transfer palsu yang dibuat oleh para hacker itu diblokir atau ditangguhkan oleh bank-bank perantara. Akan tetapi, sebanyak $81 juta berhasil ditransfer ke rekening-rekening palsu yang berada di RCBC. Sebagian besar dari dana itu kemudian lenyap ditelan industri kasino di Filipina, yang tidak memiliki regulasi ketat.
Dalam sebuah pengaduan yang dilaporkan Anti-Money Laundering Council kepada Departemen Kehakiman Filipina, beberapa pejabat RCBC dituding melakukan praktik pencucian uang, meskipun pihak bank hanya menyalahkan segelintir pejabat kotornya.
Bangladesh Bank dan RCBC terlibat aksi saling tuduh perihal siapa yang salah atas terjadinya kejahatan itu.
RCBC sudah dijatuhi hukuman denda satu miliar peso ($19,4 juta) oleh Bank Sentral Filipina, karena gagal mencegah masuknya uang curian ke dalam rekening-rekening yang ada di banknya.
Seorang penyidik ternama di Bangladesh mengatakan dia mencurigai sejumlah teknisi IT dari Bangladesh Bank ikut terlibat memuluskan aksi pencurian oleh para hacker itu.
Dana $15 juta yang berhasilkan diselamatkan Bangladesh adalah bagian dari $35 juta yang diakui diterima oleh bos kasino di Manila, Kim Wong. Kepada Senat Filipina dia mengaku menerima dana $35 juta dari dua pejudi asal China tanpa mengetahui jika uang itu hasil pencurian siber.*




