Hidayatullah.com—Sebuah studi yang diprakarsai oleh kelompok peduli lingkungan Greenpeace menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penerbangan jarak pendek tersibuk di Eropa memiliki alternatif berupa transportasi kereta api yang layak yang polusinya jauh lebih sedikit.
Hari Rabu (27/10/2021), Greenpeace menyeru pemerintah-pemerintah Eropa agar menggalakkan perjalanan dengan kereta sehingga pesawat terbang yang mengotori langit benua itu berkurang.
Hasil studi yang dilakukan oleh OBC Transeuropa untuk Greenpeace menunjukkan bahwa 34% dari 150 penerbangan jarak pendek tersibuk memiliki alternatif perjalanan kereta api yang dapat ditempuh selama kurang dari 6 jam, lapor Associated Press.
Hasil studi tersebut dirilis menjelang pertemuan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa soal perubahan iklim yang mulai digelar di Glasgow, Skotlandia, hari Ahad. Isinya menyoroti beberapa rute udara yang sangat bermasalah, rute dengan penerbangan yang menurut penyusun laporan dapat mengeluarkan karbon dioksida belasan kali lebih banyak daripada kereta api.
Rute-rute tersebut, antara lain Madrid-Barcelona, Frankfurt-Berlin dan Brussels-Amsterdam, dapat ditempuh dengan kereta api selama dua sampai empat jam, kata studi tersebut.
“Eropa dapat menggantikan hampir semua 250 penerbangan jarak pendek tersibuk dan menghemat sekitar 23,4 juta ton CO2 per tahun, setara banyaknya dengan emisi CO2 tahunan Kroasia,” kata Greenpeace.
Laporan itu mengatakan polusi dapat dikurangi apabila pemerintah negara-negara Uni Eropa lebih mempromosikan perjalanan kereta api, terutama kereta malam.
Maskapai penerbangan berpendapat bahwa beberapa rute penerbangan jarak pendek diperlukan karena merupakan koneksi penting untuk perjalanan jarak jauh.*