Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Tahun Ini Sudah 1.600 Orang Hilang di Laut Mediterania

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 November 2021 19:18 7:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 November 2021 19:18
Bagikan
Perahu karet migran terapung-apung di Laut Mediterania.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sementara kematian sedikitnya 27 migran di English Channel belum lama ini telah mengejutkan Inggris dan Prancis, korban kapal karam sebesar itu tidak jarang terjadi di perairan sekitar Eropa.

Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sebanyak 1.600 orang  meninggal atau hilang di Laut Mediterania tahun ini saja, lansir Euronews Kamis (25/11/2021).

Tahun ini, rute migran tersibuk dan paling mematikan ke Eropa adalah perairan Mediterania bagian tengah, di mana orang-orang berusaha menyeberang dengan perahu yang penuh sesak dari Afrika utara.

Korban tewas di Mediterania tahun ini lebih tinggi dari tahun 2020 tetapi bukan sesuatu yang mengagetkan.

Organisasi di bawah PBB International Organization for Migration (IOM) memperkirakan 23.000 orang tewas sejak 2014 ketika mencoba mencapai Eropa dari Afrika utara, termasuk lebih dari 5.000 orang pada tahun 2016 saja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam periode tujuh tahun yang sama, sekitar 166 orang telah meninggal di English Channel.

Pekan lalu, 85 orang tewas dalam dua insiden terpisah ketika mencoba mencapai Italia dari Libya, kata juru bicara IOM di Italia Flavio di Giacomo.

Menurutnya, insiden di English Channel itu – yang membuat Inggris dan Prancis bersitegang – menyedot perhatian media Eropa karena kejadian itu relatif baru.

“Eropa tidak terbiasa [dengan insiden ini] di dalam wilayah benua mereka, biasanya insiden itu terjadi di perbatasan terluar,” imbuhnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Eropa lebih menekankan pada pelatihan dan peningkatan kemampuan penjaga pantai Libya untuk mencegat kapal migran sebelum mereka dapat mencapai perairan Eropa.

Tetapi para kritikus mengatakan Eropa menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia di pusat-pusat detensi migran di Libya.

IOM telah mencatat 900 kematian di rute sekitar Canary Islands tahun ini, kata di Giacomo, tetapi jumlah sebenarnya bisa dua kali lipat “dan tidak ada yang terlalu memperhatikan tentang hal itu.”

Pekan ini saja, lebih dari 400 orang diselamatkan ketika mencoba mencapai kepulauan itu.

Organisasi pembela hak asasi manusia sering mengkritik pemerintah Eropa, karena tidak berbuat lebih banyak untuk menyelamatkan migran yang mencoba mencapai benua itu dengan perahu yang tidak layak untuk melaut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:english channelEropaLaut Mediteraniamigran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jiwa Guru
Tulisan selanjutnya Mesir Hidupkan Kembali Jalan Raya Kuno Karnak-Luxor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?