Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

60 Persen Laporan Media Inggris tentang Muslim dan Islam Negatif

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Desember 2021 20:00 8:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Desember 2021 20:50
Bagikan
Mayoritas media Inggris bias terhadap Islam
Bagikan

Hidayatullah.com— Liputan Muslim dan Islam di Inggris sebagian besar negatif, demikian laporan Pusat Pemantauan Media Dewan Muslim Inggris (CfMM) hari Selasa.  Catatan ini menunjukkan, laporan media online mencapai 60% dan televisi hanya di bawah angka 50%.

Penelitian ini menganalisis lebih dari 48.000 artikel online dan 5.500 klip siaran selama rentang waktu dari 2018 hingga 2020. Kantor berita Reuters, Associated Press, dan Agence France-Presse (AFP) dinobatkan sebagai media paling mungkin menerbitkan artikel negatif tentang Muslim, dengan alasan bahwa mereka mengatur framing Muslim dan Islam, kabel ini digunakan oleh banyak saluran berita dan jaringan lain, membuat gelombang besar di media yang kebanyakan menyalin dan mempublikasikanya, lapor Daily Sabah.

Temuan kunci lainnya menunjukkan bahwa 7% dari semua artikel yang dianalisis termasuk satu atau lebih generalisasi tentang Muslim, Islam dengan “pelanggar terburuk adalah aliran yang condong ke kanan atau agama,” kata laporan itu.

Persentase generalisasi tertinggi dilakukan pada topik terorisme atau ekstremisme sebanyak 25%, diikuti oleh politik dengan 18%. Setelah itu dengan 17% muncul terkait topik Timur Tengah dan agama sebanyak 15%.

Laporan setebal 162 halaman menunjukkan secara rinci betapa biasnya pelaporan itu – dengan mingguan Inggris “The Spectator” menjadi yang terburuk dalam “bias antagonis” dan “bias mendukung” terhadap Muslim dan Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setelah publikasi laporan, editor The Sunday Times dan Daily Mirror menyuarakan dukungan mereka dan menyerukan pelaporan yang lebih adil . Emma Tucker dari The Sunday Times berkata: “Saya menyambut baik laporan ini – dengan pengetahuan penuh bahwa itu berisi kritik terhadap pers, termasuk makalah saya sendiri.”

“Laporan oleh Center for Media Monitoring ini menunjukkan betapa kita sebagai jurnalis harus mempertanyakan diri kita sendiri dan pekerjaan yang kita hasilkan dalam kaitannya dengan pemberitaan Muslim dan Islam,” kata pemimpin redaksi The Mirror, Alison Philips.

Selain membuat daftar statistik yang ditemukan, CfMM telah menyuarakan rekomendasi untuk saluran media. Pertama untuk menghindari menghubungkan kepercayaan Muslim biasa dengan kejahatan, terorisme atau ekstremisme, kecuali ada alasan khusus yang dapat dibenarkan untuk melakukannya.

Kedua, menyediakan platform untuk perspektif dan suara Muslim dengan yang ketiga mendukungnya dengan representasi yang lebih tinggi dari editor Muslim. Akhirnya mendorong kesadaran dan merefleksikan potensi bias, disengaja atau tidak disengaja, dan jika diperlukan memberikan pelatihan.

Ketua CfMM Rizwana Hamid mengatakan mengenai laporan itu bahwa pihaknya tidak berusaha menyalahkan satu pemain pun di media. “CfMM tetap berkomitmen pada media bebas yang melaporkan tanpa rasa takut atau mendukung dan meminta pertanggungjawaban mereka yang memegang kekuasaan,” kata Hamid, seraya menambahkan bahwa sudah saatnya industri mengakui bahwa, “terkadang dan terlalu sering ketika menyangkut Muslim dan Islam, itu salah,” katanya.

“Profesional media harus menyambut pengawasan ini, dan menerapkan rekomendasi ini untuk meningkatkan standar jurnalistik.”

Penulis laporan Faisal Hanif menekankan bahwa baik Muslim maupun Islam tidak boleh kebal terhadap kritik atau penyelidikan, tetapi “kami berharap ini dilakukan secara adil dan hati-hati, tanpa menggunakan kiasan dan generalisasi yang sudah usang,” tambahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisislamofobiaMuslimterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nasihat Buya Yahya: Pemerkosa Harus Tobat, yang Diperkosa Harus Tegar
Tulisan selanjutnya Begini Penjelasan Buya Yahya Apakah Wanita Korban Pemerkosaan Dalam Islam Berdosa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?