Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dari Dalam Penjara AS Putra Bekas Presiden Liberia Bantah Terlibat Kebrutalan Rezim Ayahnya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Desember 2021 10:35 10:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Desember 2021 10:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Putra bekas presiden Liberia Charles Taylor, mengatakan dia adalah korban dari peradilan sesat dan ingin kasusnya dibuka kembali.

Roy M. Belfast Jr yang lebih dikenal sebagai Chuckie Taylor, dilahirkan di Amerika Serikat. Saat ini dia sedang menjalani masa hukuman 97 tahun penjara di AS setelah divonis bersalah dalam dakwaan penyiksaan, berkonspirasi untuk melakukan penyiksaan dan dakwaan berkaitan dengan senjata api di tahun-tahun brutal masa kekuasaan ayahnya.

Chuckie Taylor merupakan orang pertama yang divonis bersalah berdasarkan US Torture Victim Protection Act, yang memberikan kewenangan pengadilan federal AS untuk menangkap dan mengadili siapa saja yang berada di wilayah AS yang dituduh melakukan penyiksaan di mana saja di dunia.

Berbicara dari dalam penjara di negara bagian Virginia, dia mengatakan kepada jurnalis BBC Audrey Brown bahwa dia berkeyakinan kasusnya dieksploitasi sebagai “perpanjangan alat kebijakan luar negeri untuk menstabilkan Liberia”.

Sebuah komisi yang dibentuk menyusul perang sipil di Liberia, Truth and Reconciliation Commission (TRC), mengumpulkan pernyataan para saksi perihal berbagai kejahatan yang dilakukan oleh rezim Charles Taylor. Namun, komisi itu tidak memasukkan nama Chuckie Taylor dalam daftar orang yang dapat dikenai dakwaan karena mereka tidak memiliki akses terhadapnya kala itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

TRC lantas merekomendasikan agar pemerintah Liberia yang baru melakukan penyelidikan domestik agar Chuckie Taylor dapat diadili. Akan tetapi, sampai saat ini rekomendasi TRC itu tidak dilaksanakan.

Chuckie Taylor kemudian mengakui bahwa dia bertanggung jawab secara moral dan meminta maaf karena tidak mendukung rakyat atau tidak mengetahui dukungan yang diperlukan oleh rakyat kala itu.

Saat ditanya apakah dia masih melakukan kontak dengan ayahnya, Chuckie Taylor mengatakan bahwa dia tidak berkenan berbicara dengan ayahnya dan “hubungan itu sudah terputus secara permanen”, lapor BBC Jumat (17/12/2021).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatCharles TaylorChuckie TaylorLiberia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib Bahar Habib Bahar Kembali Dilaporkan ke Polisi, Kuasa Hukum: Kita Belum Tau Ceramah Mana yang Dilaporkan
Tulisan selanjutnya Hadir di Parlemen OKI, Ketua BKSAP Soroti Ragam Masalah Dunia Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?