Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengunjung Tak Percaya Holocaust, Sachsenhausen Memorial Camp Ajukan Gugatan Pidana

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2019 16:57 4:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Agustus 2019 16:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pria dikabarkan membantah Holocaust benar-benar terjadi, ketika dia mengunjungi bekas sebuah kamp konsentrasi di Sachsenhausen dekat Berlin. Pria itu sekarang digugat pidana oleh pihak pengelola situs bersejarah itu.

Pria tersebut dituduh mengeluarkan ujaran kebencian dan menggangu ketenangan orang yang sudah mati ketika mengunjungi monumen itu pada Juli 2018, kata kejaksaan mengkonfirmasi gugatan itu hari Senin (12/8/2019) seperti dikutip DW.

Staf pengelola tempat itu melaporkan pria tersebut dan beberapa orang lainnya, karena dianggap meremehkan arti penting museum itu serta membantah kejahatan-kejahatan yang telah dilakukan Nazi, dengan menyebutnya sebagai manipulasi dan tidak kompeten.

Tersangka, asal negara bagian Baden-Württemberg di sebelah selatan Jerman, merupakan bagian dari rombongan pengunjung yang terdiri dari 17 orang. Mereka adalah konstituen Alice Wiedel, politisi partai rasis Jerman AfD.

Sekelompok pengunjung itu diperintahkan meninggalkan tempat tersebut, yang merupakan salah satu kamp konsentrasi buatan Nazi dari tahun 1936 sampai 1945, setelah sebagian dari mereka mulai menolak fakta genosida pernah dilakukan ileh Nazi. Petugas meminta mereka pergi setelah sebagian pengunjung membantah adanya ruangan-ruangan gas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Konon, puluhan ribu orang yang ditempatkan di kamp Sachsenhausen meninggal akibat kelaparan, penyakit, kerja paksa, eksperimen medis dan perlakuan buruk. Pada musim gugur 1941, SS membunuh sedikitnya 13.000 tahanan perang Soviet, sebagian di antara mereka adalah Yahudi. Sekitar 6 bulan kemudian, pada musim semi 1942, sebuah unit eksterminasi didirikan di kawasan industri itu. Unit itu terdiri dari sebuab krematorium dan unit penembakan leher. Sebuah kamar gas dibangun tahun 1943.

Sejumlah politisi AfD pernah dituding meremehkan kekejaman yang dilakukan Nazi dan penderitaan para korbannya.

Meragukan dan membantah Holocaust pernah terjadi merupakan tindak pidana di Jerman.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gugatan PidanaHolocaustnaziSachsenhausen Memorial Camp
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LA Opera Selidiki Tuduhan Pelecehan Seksual Placido Domingo
Tulisan selanjutnya Penduduk Greenland Meyakini Perubahan Iklim itu Benar Terjadi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?