Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Presiden Prabowo Diminta Mengambil Sikap Tegas Membela Gaza

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 April 2025 07:55 7:55 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 April 2025 07:54
Bagikan
Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute Pizaro Gozali Idrus
Bagikan

Hidayatullah.com—Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute Pizaro Gozali Idrus mengatakan langkah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lima negara di Timur Tengah harus diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap genosida yang menimpa rakyat Gaza.

Meski demikian dia berharap Presiden Prabowo tegas mengambil tindakan yang menurutnya masih belum menyentuh akar persoalan, tanpa konsekuensi nyata menghentikan kekejaman ‘Israel’ yang terus berlangsung.

“Indonesia harus memimpin dunia akhiri genosida Gaza. Ini rekomendasi untuk Prabowo,” tegas katanya dalam pernyataannya hari Jumat,  (11/4/2025).

Pizaro juga menanggapi gagasan evakuasi 1.000 pasien asal Gaza yang direncanakan Prabowo yang akhirnya menuai pertanyaan banyak ormas Islam.

Meski kemanusiaan tak boleh ditinggalkan, banyak pihak menilai agenda ini kurang menjawab kebutuhan strategis jangka panjang.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Saya dengar langsung dari pihak otoritas Mesir bahwa mereka masih mampu menampung pasien dari Gaza. Tidak kekurangan dokter atau rumah sakit,” ujar Pizaro Gozali, yang belum lama ini mengunjungi Kairo.

Ia menilai jika tujuannya benar-benar medis, justru seharusnya Indonesia mendorong pengiriman tenaga medis ke dalam Gaza, bukan hanya evakuasi keluar. “Tapi kalau ini sekadar simbolik, maka Prabowo kehilangan momentum diplomasi yang lebih besar,” katanya.

Diplomasi “Out of the Box”

Menurut kandidat PhD bidang Hubungan Internasional pada Center for Policy Research USM Malaysia ini, diplomasi konvensional saat ini dianggap tidak memadai untuk merespons tragedi kemanusiaan sebesar genosida di Gaza.

Menurut peneliti Timur Tengah ini, Indonesia harus berani mengambil langkah-langkah nyata: pemutusan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv, embargo ekonomi, hingga inisiatif internasional melalui platform seperti ICC dan ICJ.

“Kita tidak bisa lagi berpikir biasa dalam situasi genosida. Pemerintah perlu melakukan diplomasi out of the box,” ujarnya. “Langkah Saudi pada 1973 dengan embargo minyak ke AS sebagai respons terhadap dukungan ke ‘Israel’, harus jadi pelajaran penting,” ujarnya.

Ia juga menyarankan Prabowo bisa memengaruhi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk menggunakan leverage ekonomi terhadap Amerika Serikat.

“Jika Trump benar-benar berharap investasi 1 triliun USD dari Saudi, maka itu bisa dijadikan alat tekan kepada Washington untuk berhenti menyokong mesin perang Netanyahu.”

Alternatif Intervensi Militer Kolektif

Pizaro menyerukan bahwa dunia Islam perlu mempersiapkan opsi yang lebih berani jika ‘Israel’ tetap mengabaikan tekanan dunia. “Jika deadline untuk hentikan genosida tidak dipenuhi, maka negara-negara Muslim bisa mulai pertimbangkan intervensi militer berdasarkan prinsip Responsibility to Protect (R2P) dalam Piagam PBB.”

“Pendekatan non-militer selama ini terbukti gagal. 51 ribu warga Gaza tewas, bahkan jurnal The Lancet perkirakan lebih dari 186 ribu korban jiwa,” ungkapnya.

Ketimbang menggantungkan harapan hanya pada negara-negara Arab, Pizaro menyarankan Prabowo untuk memperluas aliansi ke negara-negara non-OKI yang sudah lebih dulu bersikap tegas terhadap ‘Israel’, seperti Afrika Selatan, Bolivia, Irlandia, dan Skotlandia.

“Mereka sudah melangkah jauh. Afrika Selatan seret ‘Israel’ ke ICJ. Bolivia putuskan hubungan. Ini bukan lagi sekadar kutukan, tapi tindakan nyata,” tegasnya. “Ini saatnya Prabowo galang ‘koalisi berani’ global.”

Saat ini posisi Netanyahu berada di titik lemah, baik secara politik maupun militer. “Ratusan tentara dan pilot ‘Israel’ mengajukan petisi mogok perang, bahkan ada yang bunuh diri. Mahkamah Agung ‘Israel’ juga mulai melawan kebijakan otoriternya,” kata Pizaro.

Ia menambahkan, ini adalah momentum terbaik untuk menekan ‘Israel’. “Jika dulu Bung Karno bisa galang Asia-Afrika lawan kolonialisme, mengapa kita sekarang ragu melawan penjajahan modern di Palestina?”

Ia mengutip langkah Bung Karno pada 17 Agustus 1960.  “Kita menjalankan politik bebas itu tidak sekadar secara cuci tangan, tidak sekadar secara defensif, tidak sekadar secara apologetis. Kita aktif, kita berprinsip, kita berpendirian.”

Menurutnya, kunjungan Prabowo ke Timur Tengah hanya akan sia-sia jika hanya berakhir pada agenda evakuasi.

Publik dan tokoh-tokoh strategis kini menuntut lebih: keberanian untuk membuat sejarah, menyalakan api perlawanan diplomatik dan strategis terhadap genosida Gaza.

“Kalau tidak disertai dengan langkah tegas terhadap ‘Israel’, maka tur Timur Tengah Prabowo hanya jadi labirin genosida tanpa akhir,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazagenosida Gazaisraelpalestinapenjajah IsraelPrabowo SubiantoPresiden PrabowoTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!
Tulisan selanjutnya Dukung Fatwa Jihad, Ulama Pakistan Serukan Aksi Nyata Melawan Penjajah ‘Israel’  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?