Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

RS di India Kebanjiran Pasien Korban Gelombang Hawa Panas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Mei 2015 22:01 10:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Mei 2015 22:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rumah-rumah sakit di India hari Kamis (28/5/2015) kewalahan menghadapi banyaknya korban yang datang mencari pertolongan akibat gelombang hawa panas, yang telah menewaskan hampir 1.500 hanya dalam waktu sepekan, lapor AFP.

“Kondisi gelombang panas pada 2015 sejauh ini durasinya lebih pendek, meskipun demikian menelan korban jiwa lebih banyak,” kata Arjuna Srindhi, seorang manajer program untuk perubahan iklim di lembaga riset Centre for Science and Environment (CSE).

“Ini bisa jadi disebabkan oleh perubahan suhu udara yang mendadak setelah musim hujan yang panjang pada Februari dan Maret yang menyebabkan suhu udara lebih dingin.”

Rumah-rumah sakit di New Delhi, di mana temperatur udara mencapai 45 derajat Celcius, sibuk menghadapi pasien korban gelombang panas.

“Rumah-rumah sakit dipenuhi oleh korban gelombang panas,” kata Ajay Lekhi, presiden Delhi Medical Association.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Para pasien mengeluh sakit kepala yang sangat dan pusing. Mereka juga menunjukkan gejala mengigau seperti saat demam tinggi,” kata Lekhi, menjelaskan gelaja umum yang kerap ditemukan pada penderita dehidrasi parah.

Kebutuhan akan listrik melonjak tinggi di Delhi akibat penggunaan pendingin udara yang banyak, sehingga terjadi pemadaman listrik yang justru menambah penderitaan warga di perkotaan.

Antrian panjang pasien terjadi di All India Institute of Medical Sciences, salah satu rumah sakit terbesar milik pemerintah. Para wanita terlihat menenteng air dalam botol-botol plastik dan jus mangga dalam kantong.

Lainnya berusaha menenangkan bayi-bayi yang menangis, kepala-kepala mereka ditutupi sapu tangan untuk menangkal sengatan matahari.

“Semalam tak ada listrik selama hampir lima jam,” kata Seema Sharma seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun kepada AFP di luar rumah sakit saat mengantri guna memeriksakan putranya yang berusia 4 tahun.

“Bisa Anda bayangkan bagaimana keadaan yang kami alami. Dia tidak bisa tidur dan terus menangis. Sekarang dia juga demam,” kata wanita itu.

Laporan yang belum dikonfirmasi menyebutkan dua orang tewas di Delhi, di mana puluhan ribu orang tidur di jalanan dengan sedikit perlindungan dari sengatan panas.

Pihak berwenang setempat memerintahkan agar pendingin udara dipasang di tempat-tempat penampungan tuna wisma, yang kebanyakan terbuat dari seng tanpa jendela.

Banyak gubuk orang-orang miskin itu yang hanya dilengkapi dengan kipas kecil, yang artinya temperatur di dalam gubuk seringkali lebih tinggi dibanding di luar.

“Jika suhu udara naik jadi sulit tidur di dalam gubuk seng,” kata seorang pria pekerja bangunan berusia 54 tahun kepada koran Hindustan Times.

“Tidur di jalanan adalah pilihan yang lebih baik,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nebraska Hapus Hukuman Mati
Tulisan selanjutnya Indonesia Darurat Perzinahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?