Hidayatullah.com–Pemerintah Belgia mencapai kesepakatan untuk menutup tujuh reaktor nuklir yang menua pada 2025
Tujuh reaktor itu, yang ditempatkan di dua lokasi pembangkit nuklir di Doel dan Tihange, sejak lama menjadi bahan perdebatan. Reaktor-reaktor itu pernah ditutup beberapa kali untuk pemeriksaan keselamatan dan memicu ketakutan di negara-negara tetangga.
Kompromi akhirnya dicapai setelah perdebatan selama bertahun-tahun oleh para menteri di pemerintahan.
Rencana mendasar dari penutupan itu sudah dikonfirmasi dalam konferensi pers hari Kamis (23/12/2021).
Penutupan akan dimulai tahun 2022 dengan harapan kedua lokasi pembangkit nuklir itu dapat dihentikan dan dihancurkan dengan selamat pada 2045, lapor Reuters.
Beberapa reaktor di kedua lokasi pembangkit nuklir itu, yang dioperasikan oleh perusahaan utilitas Engie, sudah aktif sejak 1970-an dan sejak lama menjadi sumber kekhawatiran kawasan sekitar.
Ketegangan mencuat pada tahun 2015 ketika rencana untuk menggunakan reaktor melebihi usia desain 40 tahun disambut dengan keluhan dari kota-kota di luar perbatasan terdekat.
Kota Aachen di Jerman bahkan mulai membagikan tablet iodine kepada warganya pada tahun 2017 menyusul penutupan reaktor-reaktor di Tihange setelah terjadi retakan dan kebocoran air limbah reaktor.*