Hidayatullah.com–Seorang akademisi Afghanistan terkemuka yang ditangkap akhir pekan lalu telah dibebaskan oleh Taliban.
Profesor Faizullah Jalal ditahan Taliban hari Sabtu (9/1/2022) karena membuat pernyataan di Twitter yang dinilai mengandung unsur hasutan.
Kabar pembebasannya disampaikan putrinya Hasina Jalal lewat Twitter.
“Setelah lebih dari empat hari ditahan atas tuduhan tak berdasar,” tulisnya. “Saya mengkonfirmasi bahwa Profesor Jalal sekarang akhirnya dibebaskan!”
Pada hari Sabtu istri profesor itu, Massouda Jalal, lewat Facebook mengabarkan bahwa Taliban menciduk suaminya dari rumah dan membawanya ke tempat yang tidak diketahui, lansir DW.
Jubir Taliban Zabihullah Mujahid hari Sabtu mengatakan bahwa Jalal di Twitter menulis pernyataan-pernyataan yang menghasut orang untuk melawan pemerintah dan mempermainkan kehormatan orang.
Keluarga Jalal mengatakan bahwa akun Twitter yang dikutip Taliban bukanlah akun milik profesor itu dan merupakan akun palsu.
Hasina Jalal mengatakan sudah melaporkan masalah tersebut kepada Twitter pada 5 Januari, seraya menambahkan bahwa ayahnya tidak pernah aktif di platform itu.
Jalal selama bertahun-tahun mengkritik kepemimpinan Afghanistan dan menyatakan simpatinya terhadap bekas presiden Hamid Karzai dan Ashraf Ghani.
Pada bulan November, Jalal beradu argumentasi dengan jubir Taliban Mohammad Naeem dalam perdebatan di televisi.
Selain mengkritik keras kebijakan-kebijakan Taliban, dia menyebut Naeem sebagai “anak sapi”.
Akademisi itu dipuja-puja karena berani mengkritik Taliban secara keras dan terbuka. Banyak pengguna media sosial yang memasang foto Jalal sebagai foto profil mereka.*