Hidayatullah.com–Unjuk rasa pro-demokrasi terus berlangsung di Sudan. Polisi, seperti biasa, menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran di ibu kota Khartoum.
Sejumlah kota lain, termasuk Wad Madani dan Gedaref, juga mengalami aksi protes besar yang mengecam kudeta Oktober 2021 dan menyerukan kembalinya pemerintahan sipil di Sudan, lansir BBC Senin (24/1/2022).
Mereka menuntut keadilan bagi lebih dari 70 orang yang menurut petugas medis tewas dalam demonstrasi sebelumnya. Banyak di antara korban yang meninggal karena luka tembak.
Pasukan keamanan Sudan berulang kali membantah menggunakan peluru tajam terhadap pengunjuk rasa.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berbicara secara terpisah dengan dewan militer yang berkuasa dan kelompok-kelompok oposisi dengan tujuan memulihkan transisi ke demokrasi.*