Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aliansi Misi Kurdi Rebut Kendali Kamp Penjara Ghwayran yang Diserang ISIS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Januari 2022 13:28 1:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Januari 2022 13:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Aliansi milisi yang dipimpin Kurdi mengatakan telah merebut kendali penuh atas sebuah penjara di timur laut Suriah yang sempat dikuasai oleh kelompok Negara Islam (IS) enam hari lalu.

Seorang juru bicara Syrian Democratic Forces (SDF) – milisi Kurdi yang disokong Amerika Serikat – lewat Twitter mengatakan bahwa “semua teroris Daesh” yang berada di penjara Ghwayran di Hasaka sudah menyerahkan diri, lansir BBC Rabu (26/1/2022).

Sedikitnya 181 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan sejak ISIS mengupayakan pelarian massal pada Kamis pekan lalu. Mereka yang tewas termasuk 124 aktivis dan narapidana dan 50 polisi, petempur SDF dan sipir penjara, menurut Syrian Observatory for Human Rights.

Kelompok pemantau ber

basis di Inggris itu hari Rabu (26/1/2022) petang melaporkan bahwà SDF sudah menguasai sebagian besar penjara itu, tetapi memperingatkan bahwa kemungkinan masih ada anggota ISIS bersembunyi di dalam sel dan bagian penjara yang belum diperiksa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

SDF menahan 12.000 pria dan remaja laki-laki selama perang melawan IS di penjara darurat yang penuh sesak, yang terletak di wilayah utara dan timur Suriah yang dikendalikannya. Di kamp penjara itu juga ada 60.000 wanita, anak perempuan dan anak laki-laki.

Serangan terhadap penjara Ghwayran hari Kamis malam pekan lalu itu merupakan operasi ISIS terbesar sejak kelompok bersenjata itu dikalahkan di Suriah pada 2019 dan terjadi di tengah tanda-tanda kemunculannya kembali.

Sel-sel tidur ISIS menggunakan bahan peledak untuk membobol dinding luar kamp penjara itu dan memasukinya dengan tujuan membebaskan teman mereka yang diperkirakan mencapai 4.000 pria.

Ratusan petempur SDF dan anggota pasukan sekutunya Asayish bertempur merebut kembali kamp penjara itu dengan bantuan jet-jet tempur, helikopter, kendaraan lapis baja dari pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat.

SDF mengatakan 23 penjaga penjara yang ditawan sudah dibebaskan dan lebih dari 1.000 militan dan tawanan sudah menyerahkan diri sebelum jubir SDF Farhad Shami mengumumkan akhir operasi tersebut pada Rabu sore.

Beberapa ratus tahanan anak juga terjebak di fasilitas itu. Namun, Shami dalam pengumuman lewat Twitter tidak menyebut soal 700 anak yang kata  SDF digunakan ISIS sebagai tameng manusia.

Akan tetapi, kepada radio Voice of America dia berkata, “Kalau saja keselamatan anak-anak itu tidak menjadi kekhawatiran utama kami, maka kami sudah akan bisa menuntaskan operasi ini dalam satu atau dua hari dengan persenjataan berat.”

UNICEF hari Selasa malam mengatakan telah menerima “laporan yang sangat mengkhawatirkan perihal korban nyawa anak-anak” yang terjebak di dalam tempat itu dan meminta kepada semua pihak agar membolehkan mereka dievakuasi dengan aman.

Beberapa tahanan dalam kamp penjara. itu mengirim pesan audio yang mengatakan bahwa mereka melihat mayat beberapa anak dan memperingatkan bahwa tidak ada makanan, air atau obat-obatan di sana.

Letta Tayler dari Human Rights Watch lewat Twitter mengatakan bahwa dia melakukan kontak dengan seorang pemuda warga Amerika Serikat berusia 18 tahun dan seorang pria Kanada yang berada di penjara, yang mengatakan bahwa 15 sampai 20 anak tewas dan mereka takut akan ditembak apabila berusaha meninggalkan tempat itu.

“Jujur sangat sulit untuk menerka sebab keadaannya sangat kacau,” kata Tayler mengutip perkataan pria Kanada tersebut. “Seorang anak lelaki yang saya evakuasi karena kami berusaha menghentikan pendarahannya, dia mati di depan saya. Kakinya patah terbuka … Kami berusaha menghentikan pendarahannya dengan sebuah kemeja. Dia tampak masih sangat muda.”

UNICEF mengatakan kebanyakan dari 850 anak, sebagian berusia 12 tahun, di tahan ditahan di penjara Ghwayran itu serangan Kamis pekan lalu itu terjadi. Sebagian besar adalah anak laki-laki Suriah dan Iraq, sementara sisanya adalah warga dari 20 negara lain yang menolak merepatriasi mereka.

SDF dan pemerintah pimpinan Kurdi di bagian timur laut Suriah juga meminta agar negara-negara merepatriasi tersangka ‘jihadis’ dan keluarganya, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki sumber daya untuk menahan orang-orang itu selamanya.

Tidak jelas berapa banyak tahanan yang melarikan diri selama serangan penjara terjadi. ISIS mengklaim telah membebaskan 800 orang, sementara SDF mengatakan sebagian besar dari mereka yang kabur telah ditangkap kembali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDaeshGhwayranISISkamp penjaraKurdisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Aisyiyah Ungkap Program Lawan Kekerasan Seksual: Lewat Pencegahan, Advokasi, Hingga Rehabilitasi Korban
Tulisan selanjutnya Jerman Pikir-pikir untuk Larang Telegram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?