Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Universitas Afghanistan Dibuka Kembali, Masih Segelintir Siswa Perempuan Datang

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Februari 2022 22:16 10:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Februari 2022 22:55
Bagikan
Gerbang Universitas Nangarhar dibuka kembali setelah pemerintahan Taliban mengizinkan universitas negeri untuk beroperasi di provinsi-provinsi tertentu. - foto AFP
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa universitas negeri dibuka di Afghanistan untuk pertama kalinya hari ini sejak Taliban melancarkan kudeta pada Agustus tahun lalu. Namun, hanya segelintir perempuan yang menghadiri sesi kuliah yang akan dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, menurut pejabat universitas dikutip AFP.

Sebagian besar sekolah menengah untuk gadis remaja dan semua universitas negeri ditutup ketika kelompok itu kembali untuk mengambil alih administrasi Afghanistan. Langkah itu memicu kekhawatiran bahwa perempuan sekali lagi akan dilarang masuk sektor pendidikan, seperti yang terjadi selama pemerintahan pertama Taliban dari 1996 hingga 2001.

Zarlashta Haqmal, mahasiswa jurusan hukum dan ilmu politik di Universitas Nangarhar, mengatakan ini adalah momen yang sangat menggembirakan bagi perempuan. “Ini karena kuliah sudah berjalan lagi, namun kami masih khawatir Taliban akan menghentikannya,” katanya.

Pihak berwenang mengatakan sebagian besar universitas di provinsi Laghman, Nangarhar, Kandahar, Nimroz, Farah dan Helmand dibuka hari ini. Lebih banyak universitas dijadwalkan untuk melanjutkan operasi di lokasi lain akhir bulan ini.

Sebuah survei oleh koresponden AFP menemukan hanya enam wanita mengenakan burka ketika memasuki Universitas Laghman pagi ini sementara pasukan Taliban terlihat menjaga pintu masuk universitas. Satu pegawai menginformasikan, kuliah akan dipisah, dengan siswa perempuan menghadiri kelas tatap muka di pagi hari, sedangkan laki-laki di sore hari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Taliban sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak membatasi pendidikan bagi perempuan, namun selain memisahkan kelas menurut jenis kelamin, kurikulumnya juga mengikuti prinsip-prinsip Islam.Pembukaan kembali beberapa universitas mulai hari ini terjadi seminggu setelah delegasi Taliban mengadakan pembicaraan dengan pejabat Barat di Norwegia.

Dapat dipahami bahwa pada pertemuan itu Taliban ditekan untuk melindungi hak-hak perempuan jika mereka menginginkan pelepasan miliaran dolar aset dan bantuan asing yang sekarang dibekukan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanperempuan AghanistanTalibanUniversitas Nangarhar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koalisi Muslimah Nigeria Desak Presiden Buhari Akhiri Diskriminasi Jilbab
Tulisan selanjutnya Petani Tanzania Menjadi Kaya dengan Beternak Kecoa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?