Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Menjadi Tuan Rumah Perundingan Damai Rusia-Ukraina 10 Maret 2022

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Maret 2022 09:39 9:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Maret 2022 09:45
Bagikan
Presiden Recep Tayyip Erdoğan, mendorong Turki memainkan peran mediasi, untuk mencegah tragedi dan membantu mengatur gencatan senjata
Bagikan

Hidayatullah.com— Pertemuan trilateral yang telah lama ditunggu-tunggu antara menteri luar negeri Rusia, Ukraina dan Turki telah berakhir di kota resor Turki Antalya. Setelah dua minggu perang, menteri luar negeri Rusia dan Ukraina pada hari Kamis mengadakan pembicaraan tatap muka pertama mereka.

Sebagaimana dikatakan, Dmytro Kuleba dari Ukraina “tidak ada kemajuan” dalam mencapai gencatan senjata melawan pertempuran yang telah menyebabkan 2,2 juta pengungsi melarikan diri melintasi perbatasan Ukraina. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow ingin melanjutkan negosiasi dengan Kyiv.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tiba di provinsi Turki selatan Antalya Rabu malam menjelang pertemuan tatap muka dengan timpalannya dari Ukraina Dmytro Kuleba, kontak tingkat tinggi pertama antara Kyiv dan Moskow sejak Rusia menginvasi tetangganya dua minggu lalu. Kuleba tiba di Turki Kamis pagi, kata laporan.

Presiden Recep Tayyip Erdoğan, yang telah mendorong Turki untuk memainkan peran mediasi, telah menyatakan harapan pembicaraan dapat mencegah tragedi dan bahkan membantu mengatur gencatan senjata. Turki bersikeras bahwa koridor kemanusiaan di Ukraina harus dibuka tanpa hambatan, kata Menteri Luar Negeri Mevlüt Avuşoğlu juga mengatakan menguraikan perlunya gencatan senjata yang berkelanjutan.

Pertemuan antara menteri luar negeri Ukraina dan Rusia berlangsung sipil meskipun ada banyak kesulitan dan hasil terpenting dari pembicaraan tersebut adalah pembentukan hubungan, tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Turki adalah salah satu negara yang dicari Ukraina di antara penjamin kemungkinan kesepakatan damai yang berkelanjutan,” kata Avuşoğlu.

Berbicara setelah pembicaraan di Turki selatan, Kuleba mengatakan pada konferensi pers bahwa situasi yang paling sulit adalah di kota Mariupol Ukraina, dan Lavrov tidak berkomitmen pada koridor kemanusiaan di sana.  Kuleba mendesak Rusia untuk mengizinkan evakuasi warga sipil dari kota Mariupol yang terkepung melalui “koridor kemanusiaan.”

Kunjungan ke Antalya adalah perjalanan pertama ke luar negeri bagi Lavrov sejak Rusia diisolasi oleh dunia Barat dengan sanksi keras yang juga ditujukan kepada diplomat top Presiden Vladimir Putin. Lavrov terbang ke Antalya pada Rabu malam menjelang pembicaraan, yang diadakan di sela-sela forum diplomatik yang diselenggarakan oleh avuşoğlu di Antalya, kata seorang pejabat Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdoğan membahas perkembangan regional dan invasi Rusia ke Ukraina dengan timpalannya dari Azerbaijan, Ilham Aliyev, pada hari Kamis.  Kedua pemimpin menghadiri makan siang kerja di ankaya Mansion.

Aliyev tiba di Ankara sebagai bagian dari kunjungan kerja satu hari ke Turki. Delegasi yang dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Fatih Dönmez menyambut Aliyev di Bandara Esenboğa, lapor Anadolu Agency.

Aliyev dan Erdogan sebelumnya telah menegaskan tekad mereka untuk bertindak dalam koordinasi dalam hubungan bilateral dan isu-isu regional.

Turki, di antara salah satu negara yang ikut memainpan peran kunci dalam konflik Rusia-Ukraina. Turki yang memiliki perbatasan laut dengan Ukraina dan Rusia, memiliki otoritas hukum untuk mengendalikan selat di bawah Konvensi Montreux 1936, yang memberikan hak eksklusif kepada Ankara untuk membatasi lewatnya kapal perang yang bukan milik negara yang berbatasan dengan Laut Hitam.

Selama masa perang atau di bawah ancaman agresi, Turki telah menutup selat untuk transit semua kapal perang asing. Sementara negara-negara non-Laut Hitam dan negara-negara pesisir harus memberi tahu Ankara masing-masing 15 hari dan 8 hari sebelumnya, untuk mengirim kapalnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Recep Tayyip ErdoganrusiaTurkiUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Stabilitas Emosi Perempuan Lebih Tinggi di Tempat Kerja
Tulisan selanjutnya RUU Larangan Minol Mandek di Judul, Anggota Baleg DPR: Boleh untuk Kegiatan Medis, Keagamaan, dan Adat-Istiadat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?