Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

OKI Mengecam Serangan di Dekat Istana Kerajaan Saudi di Jeddah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2017 16:00 4:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2017 16:00
Bagikan
Istana Al-Salam - Peace Palace
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Dr Yousef al-Othaimeen mengecam keras sebuah serangan kekerasan di dekat Istana Al Salam di Jeddah yang menyebabkan dua petugas keamanan tewas dan beberapa lainnya terluka dalam sebuah insiden yang terjadi hari Ahad,  8 Oktober 2017

Sekretaris Jenderal OKI, Dr Yousef Al-Othaimeen mengucapkan takziah dalam satu pernyataan di situs resminya, kepada keluarga dan pahlawan-pahlawan yang tewas. Dia berharap agar mereka yang terluka akan segera pulih.

“Dia menegaskan kalau OKI berdiri teguh dalam semangat solidaritas dengan Kerajaan Arab Saudi dalam memerangi terorisme bertujuan untuk menggugat stabilitas, dan menyuarakan dukungan untuk semua tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk mematahkan komplotan kelompok dan organisasi teroris, mempertahankan keamanan negara dan menjaga kesejahteraan rakyatnya, ” ujar Yousef al-Othaimeen dikutip Bernama.

Baca: Arab Saudi Sukses Cegat Rudal Pemberontak Syiah al Houthi

Menurut laporan Reuters, dalam insiden yang terjadi pukul 3.15 petang itu, para penjaga keamanan membalas tembakan seorang pria yang tiba-tiba melepaskan tembakan segera ia keluar dari mobilnya di pintu gerbang sebelah barat istana kerajaan.

Serangan dimulai di sebuah pos pemeriksaan di dekat gerbang barat Istana Al-Salam atau Peace Palace di Jeddah. Istana itu merupakan tempat keluarga kerajaan melakukan bisnis resmi selama musim panas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Raja Saudi Salman berada di Rusia saat serangan terjadi. Dia dan rombongannya melakukan kunjungan bersejarah empat hari ke Rusia.

Laporan itu yang mengutip pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebut bahwa penyerang dikenal sebagai Mansour al-Amri, seorang warga Arab Saudi berusia 28 tahun yang bersenjatakan Kalashnikov dan bom bensin tewas dalam insiden itu.

Baca: Sebuah E-mail Bocoran, Dugaan Saudi Berencana Serang Qatar

Pelaku menembak mati dua penjaga istana saat mencoba masuk melalui gerbang istana. Tiga penjaga lainnya terluka akibat serangan pria bersenjata tersebut. Serangan digagalkan oleh pasukan kerajaan dengan menembak mati pelaku serangan.

Dr Yousef juga memuji efisiensi para penjaga keamanan Arab Saudi yang  mematahkan serangan itu dengan menyatakan bahwa mereka yang merencanakan dan melancarkan serangan tersebut melaksanakan rencana putus asa untuk menggugat keamanan negara tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Model Pengawasan di Lembaga Keuangan Syariah
Tulisan selanjutnya Pemilu Internal Hamas Rekonsiliasi Palestina Dianggap Bergerak Maju, Turki Ajak Berhati-hati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?