Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wali Kota Chicago Nyatakan Wilayahnya “Zona Bebas Trump”

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 September 2017 19:50 7:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 September 2017 19:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Wali Kota Chicago mendeklarasikan wilayahnya “Zona Bebas Trump” sebagai respon atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakhiri perlindungan bagi para imigran anak tak berdokumen.

“Kepada semua Dreamers yang berada di sini di ruangan ini dan di kota Chicago: Kalian disambut dengan tangan terbuka di kota Chicago. Ini adalah rumah kalian dan kalian tidak perlu khawatir,” kata Wali Kota Rahm Emmanuel, ketika berpidato di hadapan para pelajar yang bermukim di Amerika berdasarkan kebijakan DACA (perlindungan dari deportasi bagi imigran anak tak berdokumen alias ilegal).

“Chicago, sekolah-sekolah kita, lingkungan-lingkungan kita, kota kita, berkaitan dengan apa yang dikatakan Presiden Trump, akan menjadi sebuah Zona Bebas Trump. Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan. Dan saya ingin kalian mengetahui hal ini, dan saya ingin keluarga-keluarga kalian mengetahui hal ini. Sisanya dijamin, saya ingin kalian [tetap] pergi ke sekelolah dan menggapai impian-impian kalian,” imbuhnya seperti dilansir Euronews Rabu (6/9/2017).

Dibuat dan mulai diberlakukan pada era pemerintahan Barack Obama tahun 2012, kebijakan imigrasi Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) telah mencegah deportasi hampir 800.000 orang pendatang asing yang memasuki wilayah AS sebagai anak-anak.

Berdasarkan DACA, migran yang memasuki wilayah AS ketika berusia di bawah 16 tahun diberikan perlindungan dari deportasi selama dua tahun dan dapat diperbarui. Mereka yang memegang status DACA dapat melamar pekerjaan dan diizinkan untuk melanjutkan sekolah. Mereka harus tinggal secara terus menerus di AS sejak 2007 dan tidak memiliki catatan kriminal. Para imigran muda itu biasa disebut dreamer(s)

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Trump pekan ini mengakhiri kebijakan DACA [Baca: Trump akhiri program perlindungan imigran anak DACA]. Sejak masa kampanye pilpres tahun lalu, Trump sudah berjanji akan bersikap keras terhadap imigrasi dan mengakhiri DACA jika terpilih sebagai presiden AS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sesalkan Penindasan Rohingya, Majelis Tinggi Agama Konghucu Berharap Pelaku Segera Diadili
Tulisan selanjutnya Pertemuan Parlemen Dunia, Fahri Hamzah: Ini Momentum Selesaikan Masalah Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?