Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Perintahkan Penangkapan Eks Presiden El Salvador Terkait Pembunuhan 6 Pendeta Yesuit

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Maret 2022 17:09 5:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Maret 2022 17:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengadilan di El Salvador memerintahkan penangkapan bekas presiden Alfredo Cristiani dalam kaitannya dengan kasus pembunuhan enam pendeta Yesuit dan dua lainnya oleh tentara pada tahun 1989.

Jaksa penuntut menuding Cristiani mengetahui rencana militer untuk melenyapkan para pendeta itu dan tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya.

Pada 25 Februari gugatan dilayangkan terhadap  Cristiani, yang menjabat presiden dari 1989 hingga 1994, dan sekelompok tentara karena diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Cristiani dan mantan anggota parlemen bernama Rodolfo Parker telah dipanggil ke pengadilan pada hari Selasa, tetapi mereka tidak muncul, lapor Associated Press Sabtu (12/3/2022).

“Tidak ada lagi yang dapat dilakukan selain mengeluarkan keputusan perintah penangkapan terhadap orang-orang tersebut karena mereka tidak hadir di pengadilan dan tidak pengirim kuasa hukumnya,” kata pengadilan.

Cristiani hengkang dari El Salvador pada 2021 setelah muncul di hadapan panel khusus di Kongres yang menyelidiki kelebihan pembayaran kepada mantan pejabat pemerintah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketika kejaksaan membuka kembali kasus pembunuhan pendeta itu, putrinya yang bernama Claudia Cristiani mempublikasikan sejumlah foto ayahnya dan mengatakan mengatakan bahwa mereka sedang berada di kampung halaman kakeknya, artinya Italia, tetapi tidak diketahui apakah dia masih di sana.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh putrinya, mantan pemimpin itu membantah tuduhan tersebut.

“Sesungguhnya saya tidak pernah mengetahui ada rencam bahwa mereka akan melakukan pembunuhan tersebut,” kata Cristiani. “Mereka tidak pernah memberitahu saya atau meminta otorisasi dari saya sebab mereka mengetahui saya tidak akan pernah mengizinkan Romo [Ignacio] Ellacuría atau saudara-saudaranya dilukai.”

Kantor Kejaksaan Agung El Salvador menuding Cristiani, Parker dan sejumlah bekas petinggi militer berada di belakang pembunuhan tersebut. Amnesti umum yang dikeluarkan pada tahun 1993 semasa pemerintahan Cristiani telah menghalangi penyelidikan terhadap kasus itu sampai akhirnya keputusan tersebut dicabut ada 2016.

Pada 16 November 1989 sebuah unit pasukan elit komando membunuh enam pendeta – lima warga Spanyol dan satu warga El Salvador – serta seorang pembantu rumah tangga dan seorang putrinya yang bekerja di kediaman para pendeta itu. Para pelaku berusaha sedemikian rupa untuk menampakkan pembunuhan itu dilakukan oleh gerilyawan sayap kiri.

Sembilan personel militer awalnya didudukkan di kursi terdakwa, tetapi pengadilan membebaskan tujuh dari mereka. Dua anggota militer menjalani hukuman pendek tetapi dibebaskan pada tahun 1993 dengan amnesti.

Setelah Mahkamah Agung menilai amnesti itu tidak sesuai dengan konstitusi, hakim memerintahkan agar salah satu dari terpidana, yaitu Kolonel Guillermo Benavides, kembali masuk sel sampai sekarang.

Sementara kasus itu terhenti di El Salvador, pengadilan di Spanyol pada tahun 2020 menjatuhkan hukuman kepada bekas prajurit El Salvador bernama Kolonel Inocente Orlando Montano berupa penjara 133 tahun dalam kasus pembunuhan tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alfredo CristianiEl Salvadorpembunuhanpendeta Yesuitpresiden
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rabi Yahudi yang Memuluskan Proses Kewarganegaraan Portugal untuk Roman Abramovich Diperiksa
Tulisan selanjutnya Rupiah Banda Wafat, Meninggalkan Bercak Kasus Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?