Hidayatullah.com–Boris Becker dengan tidak jujur ”memainkan” sistem kepailitan, menyembunyikan uang tunai, properti dan piala dari pihak berwenang, demikian dipaparkan jaksa penuntut pada pembukaan persidangan bekas jawara tenis dunia asal Jerman itu di Inggris.
Pemegang sejumlah gelar grand Slam itu dijerat 24 dakwaan berkaitan dengan penyembunyian aset, sembilan di antaranya terkait dengan piala dan medali yang diraih selama karier tenisnya, termasuk dari kejuaraan tunggal putra Wimbledon pertamanya yang melejitkan namanya ke kancah dunia di usia 17 tahun. Becker menyangkal semua tuduhan, lansir The Guardian.
Memulai paparan dakwaan di pengadilan Southwark di pusat kota London hari Senin (21/3/2022), jaksa penuntut Rebecca Chalkley mengatakan kepada anggota juri bahwa sementara kasus tersebut mungkin terkesan mengenaskan di hati mereka, tetapi inti sesungguhnya adalah soal ketidakjujuran yang biasa dan sering dilakukan ornag sehari-hari.
Jaksa wanita itu mengatakan bahwa bekas juara dunia tenis itu telah mempermainkan aturan kepailitan yang sebenarnya melindungi orang-orang yang pailit dari krediturnya dengan imbal balik berupa pengungkapan sepenuhnya aset-aset mereka.
Sepanjang sejarah penerapan undang-undang kepailitan yang sudah ada sejak ratusan tahun silam, kata Chalkley, orang pailit yang mempermainkan sistem bertindak dengan dengan maksud buruk dan harus dihukum, dan itulah yang dilakukan Becker dalam kasus ini.
Masalahnya dalam hal ini, Becker bertindak tidak jujur berkaitan dengan sejumlah aset yang dimilikinya, imbuh jaksa itu.
Becker, 54, dituduh menyembunyikan aset di Jerman dan Inggris, saham dan uang lebih dari €2,07 juta, termasuk €1,14 juta dari penjualan sebuah dealer mobil.
Becker juga dituduh menyembunyikan trofi 1985 All England Club, yang mendaulatnya, menyembunyikan Piala Presiden dari 1985 dan 1989, koin emas Piala Davis 1988 dan trofi Piala Davis 1989, piala Wimbledon 1989, piala Australia Terbuka 1991 dan 1996 dan medali emas Olimpiade 1992.
Dalam persidangan itu diungkap bahwa Becker dinyatakan bangkrut pada Juni 2017 atas permohonan Bank Arbuthnot Latham setelah ia gagal membayar kembali pinjaman €3,5 juta yang diberikan kepadanya untuk membeli sebuah properti di Mallorca, Spanyol.
Dakwaan-dakwasn itu berkaitan dengan periode antara Mei dan Oktober 2017.
Chalkely mengatakan tuduhan itu terkait dengan tindakan Becker sebelum pailit, pada masa di mana dia sebenarnya tahu akan kemungkinan dirinya bangkrut, sementara kala itu dia memiliki tim pengacara dan penasihat yang membantunya, termasuk dalam menghadapi gugatan pailit dan setelahnya.
Becker telah tinggal di Inggris sejak 2012 dan menjadi komentator tetap untuk BBC dalam turnamen Wimbledon.
Mengenakan setelan jas berwarna biru laut dan kemeja putih, dia ditemani di kursi terdakwa oleh seorang penerjemah. Hakim Deborah Taylor mengatakan kepada juri bahwa Becker dapat berbicara dalam bahasa Inggris tetapi dia kemungkinan membutuhkan bantuan soal “kosakata teknis seperti istilah-istilah hukum.”
Hakim juga berpesan kepada juri, “Anda harus mengabaikan status terdakwa sebagai selebriti dan memperlakukannya sama seperti Anda memperlakukan seseorang yang Anda tidak pernah dengar dan tidak dikenal publik.”
Sidang diperkirakan akan berlangsung selama tiga pekan.*